Prof. Umi Muawanah Gaungkan Blue Economy Berkeadilan, Kearifan Lokal Jadi Fondasi Pengelolaan Laut Indonesia

Jakarta, MEDIAKOTA.COM,-
Guru Besar Prof. Umi Muawanah menegaskan bahwa pembangunan sektor kelautan Indonesia harus mengedepankan prinsip blue economy yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga menjamin keadilan sosial bagi masyarakat pesisir sebagai pemilik asli ruang hidup dan sumber daya laut.

Demikian dikatakan Prof, Umi Mu’awanah, ST, MT, Ph.D, usai pengukuhan profesor riset, bertempat di kantor badan riset dan enovasi nasional (BRIN) Jakarta baru-baru ini (16/7).

Menurut Prof. Umi, Indonesia memiliki potensi sumber daya laut yang sangat besar. Namun, pemanfaatannya harus dilakukan secara bijaksana agar manfaat ekonomi dapat dirasakan masyarakat pesisir tanpa mengorbankan keberlanjutan ekosistem laut.

“Keadilan untuk masyarakat pesisir menjadi fokus utama penelitian kami. Potensi laut Indonesia sangat besar dan perlu terus ditingkatkan nilai ekonominya, tetapi jangan sampai melupakan masyarakat pesisir sebagai pemilik asli wilayah tersebut,” ujar Prof. Umi usai pengukuhannya.

Ia menjelaskan, salah satu pendekatan yang terus dikembangkan adalah mengintegrasikan hak ulayat adat, sistem tata kelola tradisional, serta kelembagaan lokal ke dalam kebijakan pengelolaan sumber daya kelautan. Menurutnya, berbagai sistem adat tersebut telah terbukti mampu menjaga kelestarian sumber daya laut secara turun-temurun.

Praktik-praktik kearifan lokal tersebut masih dapat ditemukan di berbagai daerah, seperti Maluku, Papua, Ternate, hingga Aceh melalui sistem Panglima Laot. Meski demikian, keberadaannya kerap tergerus oleh perkembangan zaman sehingga perlu kembali diperkuat dalam kebijakan nasional.

Selain mengangkat aspek sosial dan budaya, Prof. Umi juga menyoroti pentingnya pendekatan ilmiah melalui pemodelan pengelolaan perikanan untuk menentukan batas pemanfaatan sumber daya laut yang aman. Langkah tersebut dinilai penting agar eksploitasi tidak melampaui daya dukung lingkungan dan keberlanjutan sumber daya tetap terjaga.

“Kami banyak melakukan pemodelan untuk menentukan berapa besar sumber daya yang dapat dimanfaatkan tanpa mengganggu kelestarian alam. Tujuannya agar ekonomi tumbuh, tetapi sumber daya laut tetap berkelanjutan,” jelasnya.

Usai dikukuhkan sebagai Guru Besar, Prof. Umi berharap semakin banyak akademisi, peneliti, dan generasi muda yang menaruh perhatian terhadap pengembangan blue economy di Indonesia.

Ia menekankan bahwa blue economy bukan semata-mata tentang pertumbuhan ekonomi, melainkan juga menjaga keberlanjutan sumber daya laut serta menghadirkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
“Blue economy harus mampu menghadirkan kemakmuran bersama. Semua masyarakat berhak menikmati manfaat ekonomi dari sumber daya laut Indonesia dengan tetap menjaga keberlanjutannya,” pungkasnya. (f/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!