Bangun Sinergi Cegah Karhutla, Brigjen M. Zamroni Kunjungi PT BTN-POM Kayan Hilir

KAYAN HILIR, SINTANG MEDIAKOTA.Com– Dalam membangun sinergi pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Ketua Tim Penyuluh Satgas Karhutla TNI Brigjen TNI M. Zamroni mengunjungi PT Bintara Tani Nusantara – Palm Oil Mill (BTN-POM) di Kayan Hilir, Sintang.

 

Hal itu disampaikan Ketua Kelompok Penyuluh Satgas Karhutla TNI wilayah Kayan Hilir, Kolonel Arh Saptarendra Prasada, S.T., M.M., setelah selesai melaksanakan kunjungan sekaligus sosialisasi pencegahan dan pengendalian Karhutla di PT BTN-POM, Kayan Hilir, Sintang, Kalimantan Barat, Selasa (1/9/2026).

 

Disampaikan Sapta, penyuluhan Satgas Karhutla yang dilaksanakan di wilayah Kayan Hilir tidak hanya menyasar masyarakat, tetapi juga berbagai pihak yang terkait dengan upaya pencegahan dan pengendalian Karhutla.

 

“Termasuk juga dengan PT BTN-POM, selaku perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan dan pengolahan sawit di Kayan Hilir,” ujar Sapta.

 

Dialog penyuluh Satgas Karhutla dengan pihak PT BTN-POM, lanjut dia, membahas tentang peran perusahaan dalam melakukan mitigasi Karhutla bersama masyarakat sekitar.

 

“Brigjen Zamroni menyampaikan bahwa pencegahan dan pengendalian Karhutla harus menjadi tanggung jawab bersama. Beliau berharap pihak perusahaan yang memiliki sarana dan tenaga ahli dapat memberikan bantuan kepada masyarakat sekitar apabila terjadi kebakaran,” terang Sapta.

 

“Pihak perusahaan melalui Pak Nampo, selaku Kepala Humas Region Sintang, menyampaikan bahwa mereka senantiasa melakukan kerja sama dalam pengendalian Karhutla dengan masyarakat sekitar yang akan melakukan pembukaan lahan. Sebab, jika tidak dilakukan bersama, pihak perusahaan juga dapat terdampak,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Sapta mengatakan bahwa dalam kondisi saat ini perusahaan mendukung program pencegahan Karhutla.

 

“Yaitu dengan melakukan patroli dan pengawasan serta koordinasi dengan masyarakat maupun aparat desa, Polsek, dan Koramil. Termasuk membangun komunikasi dengan Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Kelompok Tani Peduli Api (KTPA),” tandas Sapta.

 

Sementara itu, Humas PT BTN-POM, M. Nampo, menyampaikan bahwa tanaman sawit mereka telah berusia 19 hingga 20 tahun sehingga tidak dilakukan pembukaan lahan baru.

 

“Untuk itu, kami memastikan agar api dari luar tidak masuk ke lahan perusahaan. Kami bersyukur, selalu ada koordinasi dengan masyarakat. Jika mereka akan melakukan pembukaan lahan, ada pemberitahuan terlebih dahulu sehingga kedua belah pihak dapat saling menjaga agar api tidak meluas,” urainya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, kerja sama dalam pencegahan dan pengendalian Karhutla di Kayan Hilir telah berjalan dengan baik karena adanya koordinasi antara perusahaan, masyarakat, dan aparat.

 

“Namun, yang menjadi kendala jika ada kebakaran yang sifatnya mendadak, yang mungkin akibat oknum yang tidak bertanggung jawab atau tidak peduli sehingga menyebabkan terjadinya kebakaran,” pungkasnya.

 

Selain Visiting Engineer Region Sintang Harsono, Plantation Controller Region Sintang Mr. Selvaraja M. Nadason, Prob Mill Manager Eko Wahyono serta para pejabat lainnya, dalam acara tersebut hadir juga Tim Penyuluh Satgas Karhutla TNI, yaitu Kolonel Laut (Kh) Chumaedy dan Kolonel Kes Robbi Mandolin, serta Babinsa Koramil 1205-17/Kayan Hilir Sertu Daniel.

#pendim1205

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!