JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Jambore Nasional (Jamnas) 2026 tidak hanya dipandang sebagai ajang pertemuan besar anggota Pramuka dari seluruh Indonesia, tetapi juga momentum untuk memperkuat kembali gerakan Pramuka hingga ke tingkat gugus depan.
Wakil Ketua bidang Komunikasi, Teknologi, dan Informasi serta Bela Negara, Kolonel Infanteri Dr. Drs. Imam Syafei, S.H., M.H, menilai revitalisasi gerakan Pramuka di tingkat paling bawah menjadi salah satu pekerjaan penting setelah pelaksanaan Jamnas 2026.
Menurutnya, gugus depan harus kembali menjadi pusat pembinaan yang aktif agar kegiatan kepramukaan tidak berhenti sebatas seremoni atau kegiatan besar lima tahunan.
“Kita tetap melaksanakan revitalisasi gerakan Pramuka ke bawah. Sehingga gugus-gugus depan itu Pramukanya kita hidupkan dan kembangkan,” ujar imam Syafei ketika dimintai komentarnya di s3la acara penutupan Jamnas 2026 di Cibubur, Jakarta Timur, baru-baru ini (20/8).
Ia menegaskan, Pramuka memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter sekaligus mempersiapkan sumber daya manusia sesuai minat dan potensi generasi muda.
Salah satu kekuatan Pramuka, kata dia, adalah keberadaan berbagai satuan karya (Saka) yang memungkinkan anggota mendapatkan pengenalan dan pengalaman sesuai bidang yang diminatinya.
“Di Pramuka ini ada Saka-Saka. Kalau anak itu mau masuk tentara, dia bisa masuk Saka Wira Kartika. Kalau mau menjadi polisi ada Saka Bhayangkara. Begitu juga kalau ingin masuk kementerian, ada Saka-Saka lainnya,” katanya.
Menurut Imam Syafei, pola pembinaan tersebut membuat Pramuka tidak sekadar menjadi kegiatan kepemudaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia profesi.
“Di dalam kegiatan Pramuka ini anak-anak itu bisa sudah terbentuk untuk menjadi apa nanti di depan. Jadi Pramuka menyiapkan semuanya untuk meningkatkan sumber daya manusia ke mana anak itu profesinya nanti ke depannya,” tegasnya.
Ia pun berharap pelaksanaan Jamnas mendatang dapat dikemas semakin meriah dan memberikan dampak yang lebih luas bagi perkembangan Gerakan Pramuka.
Pasalnya, Jamnas merupakan momentum besar yang hanya berlangsung setiap lima tahun. Para peserta yang hadir juga bukan dipilih secara sembarangan, melainkan melalui proses seleksi berjenjang dari tingkat ranting hingga nasional.
“Seleksinya luar biasa, mulai dari Kwarran, Kwarcab, kemudian Kwarda, sampai juga Kwarnas,” ujarnya.
Dalam Jamnas 2026, Kwarda Jambi sendiri mengirimkan hampir 500 orang yang terdiri atas peserta, peninjau, dan pendamping.
Jumlah tersebut menunjukkan tingginya antusiasme Jambi untuk mengambil bagian dalam pesta besar Pramuka tingkat nasional.
Bagi Imam Syafe’i, Jamnas harus menjadi titik awal untuk menghidupkan kembali semangat kepramukaan di daerah, terutama di gugus depan. Sebab, kekuatan utama Gerakan Pramuka bukan hanya terletak pada besarnya sebuah jambore, melainkan pada konsistensi pembinaan generasi muda yang berlangsung setiap hari di akar rumput.
Dengan revitalisasi yang terus dilakukan, Pramuka diharapkan tetap menjadi salah satu wadah strategis dalam membangun karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, kecintaan terhadap bangsa, sekaligus menyiapkan generasi muda menghadapi masa depan. (f/red)












