Cibubur, Jakarta Timur, MEDIAKOTA.COM,-
Perkembangan teknologi digital dan masifnya penggunaan media sosial dinilai mulai mengubah pola interaksi generasi muda. Anak-anak yang dahulu didorong orang tua untuk lebih banyak bermain dan beraktivitas di dalam rumah, kini justru harus didorong agar banyak berinterkasi dengan masyarakat
bersosialisasi di luar rumah.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Wakil Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Samarinda sekaligus Ketua Komisi I DPRD Samarinda, H. Samri Shaputra, S.H.I., M.A.P. Menurutnya, gerakan Pramuka memiliki peran strategis sebagai salah satu alternatif untuk mengembalikan semangat anak-anak muda berinteraksi secara langsung dengan lingkungan sosial.
Samri mengatakan, kemajuan teknologi memang memberikan kemudahan luar biasa dalam berkomunikasi. Namun, di sisi lain, ketergantungan terhadap perangkat digital dan media sosial berpotensi membuat anak-anak semakin enggan melakukan aktivitas di luar rumah.
“Era digital, teknologi canggih, itu yang kemudian membuat anak-anak sekarang mulai enggan untuk beraktivitas di luar. Karena di rumah saja dia sudah bisa berinteraksi dengan bahkan seluruh dunia,” ujar Samri.
Ia membandingkan kondisi tersebut dengan masa ketika dirinya masih menjadi anggota Pramuka Penggalang. Saat itu, orang tua justru harus bersusah payah meminta anak-anak agar tidak terlalu banyak bermain di luar rumah.
“Kalau dulu orang tua setengah mati supaya anak-anak jangan terlalu banyak main di luar. Sekarang terbalik. Orang tua sudah memarahi anaknya supaya sering-sering berinteraksi di masyarakat,” kata wakil rakyat ini saat diminta komentarnya baru-baru di sela acara penutupan Jamnas 2026 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta (20/8).
Menurut Samri, kondisi tersebut menunjukkan bahwa tantangan generasi muda telah berubah. Karena itu, kegiatan Pramuka tidak boleh dipandang sekadar sebagai kegiatan ekstrakurikuler, tetapi harus menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan diri, sekaligus wadah bagi anak-anak untuk belajar bersosialisasi secara nyata.
Ia berharap momentum penutupan Jambore Nasional (Jamnas) tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi mampu meninggalkan semangat dan pengalaman yang terus dibawa para peserta dalam kehidupan sehari-hari.
“Dengan kegiatan penutup ini, semoga menjadi motivasi bagi anak-anak kita untuk bisa mengembangkan diri, kemudian mengisi hari-harinya dengan kegiatan-kegiatan positif,” tuturnya.
Samri menegaskan, pengalaman selama mengikuti kegiatan Pramuka merupakan bagian penting dari proses pengembangan diri generasi muda. Nilai kedisiplinan, kemandirian, kerja sama, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting untuk menghadapi masa depan.
“Ini adalah bagian daripada pengembangan diri untuk menghadapi hari esok,” pungkasnya.
Bagi Samri, tantangan masa depan tidak akan semakin ringan. Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan sejak dini agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menggunakannya secara bijak sembari tetap memiliki kemampuan berinteraksi, bekerja sama, dan berkarya di tengah masyarakat.
H. Samri Shaputra, S.H.I., M.A.P. diketahui menjabat sebagai Wakil Ketua Kwartir Cabang Samarinda sekaligus Ketua Komisi I DPRD Samarinda dari Fraksi PKS.(f/red)












