BELITUNG TIMUR – Suasana Warkop Yadi di Dusun Baru, Desa Gantung, Kamis pagi (29/10/2026) tampak berbeda dari biasanya. Di antara kepulan asap kopi hitam khas Belitung Timur, duduk melingkar jajaran personel Polsek Gantung bersama belasan warga setempat.
Tidak ada kesan kaku atau formal, yang ada hanyalah dialog hangat antarsesama warga yang sedang mencari jalan keluar atas salah satu tantangan sosial terbesar yaitu pengangguran.

Dipimpin langsung oleh Kapolsek Gantung, Iptu Muhammad Harits Arlianto, S.Tr.K., M.Si., korps baju cokelat ini sengaja turun ke warung kopi untuk menjemput bola. Mereka memilih tidak menunggu di balik meja komando, melainkan hadir langsung mendengarkan keluh kesah warga Kecamatan Gantung yang saat ini belum memiliki pekerjaan tetap.
“Polisi hari ini bukan sekadar penegak hukum yang menjaga jarak dengan masyarakat. Kami hadir di sini karena kami peduli pada isi dompet dan dapur bapak-bapak sekalian. Masalah perut dan pekerjaan adalah akar dari ketenteraman wilayah,” ujar Iptu Muhammad Harits di sela-sela obrolan santai tersebut.
Dalam kesempatan itu, Kapolsek didampingi oleh Kanit Reskrim Ipda Rafael Akbar Jaya Pratama, Ps. Kanit Intelkam Aiptu Agustiawan, Ps. Kasium Aipda Suryadi MZ, Ps. KASPK 3 Aipda Andri NP, serta Bhabinkamtibmas Desa Gantung Brigadir Singgih.
Di hadapan warga dan Ibu Vera selaku pemilik warkop, jajaran Polsek Gantung tidak hanya sekadar memberikan wejangan, tetapi juga menyuntikkan motivasi agar warga tidak patah arang di tengah sulitnya mencari lapangan kerja.
Iptu Harits mengingatkan bahwa di era digital dan kreativitas saat ini, peluang usaha mandiri sekecil apa pun bisa menjadi penopang ekonomi keluarga jika ditekuni secara positif.
Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk menjembatani komunikasi agar ada sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat dalam membuka keran lapangan kerja baru.
Pendekatan humanis ini memancing respons emosional yang positif dari warga. Mulyanto, salah satu tokoh perwakilan masyarakat Desa Gantung, mengaku tersentuh dengan cara Polsek Gantung merangkul mereka.
“Jarang ada polisi yang mau duduk bareng mendengarkan kami yang belum bekerja ini. Kami sangat mengapresiasi. Harapan kami, obrolan di warkop ini bisa berlanjut menjadi program nyata bersama pemerintah agar anak-anak muda di sini punya kesibukan yang menghasilkan, sehingga mereka jauh dari tindakan melanggar hukum,” ungkap Mulyanto dengan nada optimis.
Pertemuan yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menjaga Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Polsek Gantung berharap, dengan kuatnya tali silaturahmi yang dibangun lewat secangkir kopi ini, masyarakat tidak akan ragu untuk berpartisipasi aktif menjaga lingkungan mereka agar tetap aman, damai, dan kondusif.












