Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta Gelar Diskusi Geopolitik Maritim, Soroti Dampak Blokade Laut terhadap Krisis Energi Dunia

JAKARTA — Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Prodi Hub Luar negeri, Univerotas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) menggelar diskusi akademik bertema geopolitik dan keamanan maritim global dengan menghadirkan mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal), Laksamana Ade Supandi sebagai pembicara utama.

Kegiatan tersebut merupakan agenda akademik yang diselenggarakan langsung oleh fakultas dan program studi terkait, sementara pihak rektorat hadir untuk memberikan sambutan,” ucap Rektor UPNVJ. Prof. Dr. Anter Venus, MA, baru-baru ini (19/5).

Dalam keterangannya, Rektor menjelaskan bahwa tema diskusi dipilih karena dinilai masih sangat relevan dengan perkembangan situasi global saat ini, khususnya terkait isu keamanan maritim, konflik geopolitik, hingga dampak blokade jalur laut internasional terhadap rantai pasok dunia.

“Tema ini masih hangat dan relevan untuk dibicarakan secara akademik. Dampaknya sangat luas, mulai dari keamanan maritim, rantai pasok global, hingga krisis energi,” ujarnya,” ujar Rektor.

Diskusi tersebut juga menyoroti pentingnya jalur laut strategis dalam percaturan geopolitik dunia.

Blokade pada jalur perdagangan
internasional dinilai dapat memicu gangguan besar terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk distribusi energi dan logistik internasional.

Menurut pihak kampus, kehadiran mantan Kasal sebagai pembicara menjadi nilai penting karena dinilai memiliki pengalaman dan otoritas di bidang keamanan maritim serta geopolitik internasional.

“Pembicara Ade Supandi merupakan sosok yang memiliki pengalaman panjang di bidang kelautan dan keamanan maritim, sehingga pandangannya sangat penting untuk didengar dalam forum akademik,” lanjutnya.

Rektor menegaskan bahwa kegiatan tersebut murni merupakan forum akademik untuk memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu-isu global.

Kampus juga menilai mahasiswa perlu aktif mengeksplorasi berbagai persoalan internasional sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan pemikiran kritis.

“Di kampus, mahasiswa memang memiliki tugas untuk mengeksplorasi berbagai isu global dan memahami implikasinya terhadap kehidupan dunia saat ini,” tutupnya.(f/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!