JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Pengurus Provinsi Indonesia Woodball Association (IWbA) Banten terus memperkuat pembinaan atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Selain membidik kelolosan ke ajang nasional, para atlet juga dipersiapkan untuk tampil pada berbagai kejuaraan internasional, termasuk Kejuaraan Dunia Woodball yang akan digelar di Thailand pada 24 Juli mendatang.
Ketua Pengprov IWbA Banten, Suhendar Wijaya, mengatakan fokus utama saat ini adalah membangun kekuatan tim agar mampu lolos ke PON 2028. Menurutnya, persaingan antarprovinsi, khususnya di Pulau Jawa, semakin kompetitif karena banyak daerah yang mulai serius melakukan pembinaan atlet.
“Di Pulau Jawa ada enam provinsi yang benar-benar serius mempersiapkan atletnya, termasuk DKI Jakarta. Namun bagi kami, target utama adalah lolos terlebih dahulu ke PON. Itu yang menjadi fokus pembinaan kami,” ujar Suhendar baru-baru ini (6/7).
Ia menjelaskan, Banten memiliki potensi besar dalam pengembangan woodball karena sejumlah lapangan latihan berada di kawasan yang berdekatan dengan sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA. Kondisi tersebut dinilai memudahkan proses regenerasi atlet sejak usia dini.
Saat ini, lanjutnya, mayoritas atlet woodball Banten berasal dari Kota Tangerang Selatan yang memiliki fasilitas latihan cukup memadai. Meski demikian, mereka tetap membawa nama Provinsi Banten dalam setiap kejuaraan resmi.
“Kami terus mendorong pembinaan di seluruh kabupaten dan kota agar kekuatan atlet semakin merata. Dengan fasilitas yang tersedia, kami optimistis minat masyarakat terhadap woodball akan terus meningkat,” katanya.
Selain menatap PON, Pengprov IWbA Banten juga mempersiapkan atlet menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) serta Pekan Olahraga Nasional (Pornas) yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang di Tangerang Selatan.
Di tingkat internasional, Suhendar menilai persaingan woodball dunia masih didominasi Indonesia dan Thailand. Sejak Indonesia aktif mengikuti kejuaraan dunia pada 2013, kedua negara silih berganti meraih prestasi tertinggi di level Asia maupun dunia.
“Saingan utama Indonesia hingga saat ini adalah Thailand. Pada SEA Games terakhir mereka tampil sangat baik dan berhasil meraih medali emas, sedangkan Indonesia memperoleh medali perak. Persaingan kedua negara memang sangat ketat,” jelasnya.
Meski demikian, ia optimistis Indonesia mampu kembali merebut dominasi pada kejuaraan-kejuaraan berikutnya melalui pembinaan atlet yang berkesinambungan dan peningkatan kualitas latihan di setiap daerah.
Suhendar berharap dukungan terhadap pengembangan woodball terus meningkat, baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat, sehingga olahraga ini mampu melahirkan lebih banyak atlet berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.(f/red)












