JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Semangat kebangkitan pemuda dari Nusa Tenggara Barat (NTB) turut mewarnai gelaran Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di Jakarta. Membawa optimisme dan semangat kolaborasi, delegasi NTB menegaskan komitmennya untuk mengambil bagian dalam membangun gerakan pemuda yang tidak berhenti pada wacana, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata dan berdampak bagi masyarakat.
Delegasi NTB dipimpin Koordinator Wilayah Rembuk Pemuda NTB, Zainul Muttaqin, S.Hum., M.Si., didampingi Sekretaris Umum Wilayah, Muhammad Imamul Huda, S.H., M.H.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkuat konsolidasi gerakan pemuda lintas daerah sekaligus membangun kesamaan visi menghadapi tantangan bangsa ke depan.
Zainul mengaku bangga melihat antusiasme para pemuda NTB yang hadir dalam forum nasional tersebut. Menurutnya, meskipun gerakan Rembuk Pemuda di NTB terbilang masih baru, semangat dan optimisme para penggeraknya menjadi modal penting untuk memperluas gerakan di daerah.
Ia juga mengapresiasi materi yang disampaikan Gubernur NTB dalam forum tersebut, yang dinilainya memberikan inspirasi dan perspektif bagi para pemuda untuk terus bergerak.
“Kami selaku putra-putri Nusa Tenggara Barat yang hadir hari ini turut berbangga dan berbahagia. Rembuk Pemuda di NTB ini masih baru, tetapi dengan semangat dan optimisme pergerakan yang kami miliki, mudah-mudahan ke depan bisa lebih masif, lebih baik, dan maksimal,” ujar Zainul.
MERAWAT SEMANGAT SUMPAH PEMUDA MENUJU SATU ABAD
Lebih dari sekadar pertemuan dan konsolidasi organisasi, Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 membawa agenda besar, yakni merumuskan momentum menuju 100 tahun Sumpah Pemuda.
Zainul menegaskan, semangat persatuan, solidaritas, dan kebersamaan yang diwariskan para pendahulu bangsa harus kembali diterjemahkan dalam gerakan nyata generasi muda masa kini.
Menurutnya, pemuda dari seluruh penjuru Tanah Air, mulai Sabang hingga Merauke, Miangas hingga Pulau Rote, perlu membangun kesamaan visi dan memperkuat kolaborasi tanpa terhalang sekat wilayah maupun perbedaan latar belakang.
“Tujuannya tidak lain untuk merumuskan 100 tahun Sumpah Pemuda. Bagaimana semangat, jiwa, dan solidaritas pemuda 100 tahun yang lalu kita wujudkan kembali hari ini,” tegasnya.
Mengusung moto “Berrembuk, Beraksi, dan Berdampak”, gerakan Rembuk Pemuda menempatkan musyawarah sebagai fondasi dalam melahirkan gagasan, merumuskan solusi, hingga menjalankan aksi di tengah masyarakat.
Prinsip tersebut juga menjadi arah gerakan Rembuk Pemuda di NTB. Berbagai persoalan sosial menjadi perhatian, termasuk upaya memberikan edukasi kepada generasi muda agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba dan tindak kriminalitas.
Bagi Zainul, pemuda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika pembangunan. Generasi muda harus hadir sebagai bagian dari solusi, mampu membaca persoalan di lingkungannya, serta berani mengambil peran dalam menciptakan perubahan.
Melalui forum nasional ini, delegasi NTB berharap gerakan Rembuk Pemuda semakin berkembang, memperluas jaringan kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi konkret bagi masyarakat.
Pesan yang ingin ditegaskan sederhana: pemuda bukan sekadar harapan masa depan bangsa, melainkan kekuatan hari ini yang harus berani bergerak, bersatu, dan memberikan dampak nyata. (f/red)












