Lenggang, Belitung Timur – Ketika sebagian besar warga masih terbuai dalam pekatnya malam, sayup-sayup suara adzan Subuh mulai memecah kesunyian di Dusun Jaya, Desa Lenggang. Di bawah temaram lampu jalan dan dinginnya udara fajar, langkah kaki sejumlah personel Polsek Gantung bergerak perlahan menuju Masjid Al-Fitrah. Sabtu (31/10/2026), jarum jam baru menunjukkan pukul 04.12 WIB.
Namun bagi jajaran Polsek Gantung, waktu tersebut adalah momentum berharga untuk memulai hari dengan cara yang berbeda: Sholat Subuh Keliling (Suling). Sebuah program pendekatan keagamaan yang humanis untuk meruntuhkan sekat antara aparat penegak hukum dan masyarakat yang mereka ayomi.
Suasana khusyuk begitu terasa saat personel kepolisian berbaur bersama shaf jemaah warga setempat, meleburkan pangkat dan seragam di atas hamparan sajadah yang sama. Bertindak memimpin pergerakan fajar ini, Kanit Reskrim Polsek Gantung, Ipda Rafael Akbar Jaya Pratama, S.Tr.I.K., bersama Ps. Kanit Intelkam, Aiptu Agustiawan, S.H., serta Bhabinkamtibmas Desa Lenggang.
*Lebih dari Sekadar Ibadah: Menyerap Aspirasi di Teras Masjid*
Usai doa bersama dilantunkan, suasana formal kepolisian seketika mencair menjadi dialog yang hangat. Di selasar Masjid Al-Fitrah, polisi dan warga duduk melingkar. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan ruang komunikasi dua arah untuk mendengar langsung keluh kesah, aspirasi, dan kondisi riil keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di tingkat akar rumput.
Dalam kesempatan dialog tersebut, Ipda Rafael Akbar Jaya Pratama menyampaikan apresiasi mendalam atas kehangatan sambutan pengurus dan jemaah masjid. Ia menekankan bahwa menjaga keamanan Belitung Timur tidak bisa hanya bertumpu pada pundak polisi, melainkan butuh sinergi erat dengan masyarakat.
“Keamanan terbaik lahir dari kepedulian tetangga dengan tetangganya, dan orang tua dengan anak-anaknya. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat di Desa Lenggang untuk mempererat ukhuwah Islamiah, menjaga toleransi, dan mengedepankan musyawarah jika ada riak-riak permasalahan di lingkungan sekitar,” ujarnya di hadapan jemaah.
*Himbauan Tegas di Balik Dialog Humanis*
Meski dibalut dengan pendekatan yang sejuk, pihak kepolisian tetap menyelipkan pesan-pesan preventif yang krusial. Polsek Gantung secara khusus mengingatkan para orang tua agar memperketat pengawasan terhadap anak-anak remaja mereka.
Langkah ini penting guna membentengi generasi muda Belitung Timur dari jeratan pergaulan negatif, kenakalan remaja, perjudian, hingga bahaya laten penyalahgunaan narkoba.
Selain itu, jemaah diimbau untuk tidak ragu atau takut memanfaatkan kehadiran Bhabinkamtibmas. Warga diminta aktif melaporkan setiap potensi gangguan keamanan sekecil apa pun agar dapat diantisipasi secara cepat dan tepat sesuai hukum yang berlaku.
Melalui program fajar bergerak ini, Polsek Gantung membuktikan komitmennya bahwa menjaga Kamtibmas tidak selalu harus dengan patroli sirine yang kaku. Dari atas sajadah Masjid Al-Fitrah, sinergi antara Polri, tokoh agama, dan masyarakat subuh itu kembali diperkuat, memastikan Desa Lenggang tetap menjadi rumah yang aman, tertib, dan damai bagi setiap warganya.












