JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) DKI Jakarta memasuki babak baru kepemimpinan. Melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung kondusif siang ini (25/6) dengan penuh semangat persatuan, KNPI DKI Jakarta resmi menetapkan ketua baru secara aklamasi.
Terpilihnya sosok pemimpin, Ferawati Firmansyah, ST, SH, CHRM, ini menjadi simbol kuat lahirnya harapan baru bagi kebangkitan gerakan kepemudaan di Ibu Kota.
Mengemban amanah untuk periode tiga tahun ke depan, ketua terpilih Ferawati Firmansyah, ketika diminta komentarnya usai ia terpilih menegaskan bahwa prioritas utama kepengurusannya adalah menyatukan seluruh elemen pemuda dan mengakhiri dualisme organisasi yang selama ini menjadi tantangan dalam tubuh KNPI.
“Program utama kami adalah mempersatukan pemuda dan organisasi kepemudaan yang selama ini terjebak dalam dualisme. KNPI harus kembali menjadi rumah besar bagi seluruh pemuda tanpa sekat dan tanpa perbedaan,” tegas Ferawati.
Sebelum terpilih melalui Musda, ia terlebih dahulu dipercaya sebagai Ketua Caretaker KNPI DKI Jakarta. Dalam masa tugas tersebut, ia berhasil membangun komunikasi lintas organisasi dan merangkul berbagai kelompok kepemudaan yang sebelumnya berada pada posisi berbeda. Keberhasilan tersebut menjadi fondasi penting lahirnya kesepakatan bersama yang mengantarkannya terpilih secara aklamasi.
Menurutnya, tidak ada lagi ruang bagi perpecahan dalam organisasi kepemudaan. Seluruh unsur pemuda harus bersatu untuk menghadapi tantangan zaman dan berkontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Mengusung semangat nasional “Pemuda Bergerak, Pemuda Berdampak”, kepengurusan baru KNPI DKI Jakarta berkomitmen menghidupkan kembali berbagai aktivitas kepemudaan yang selama beberapa tahun terakhir dinilai mengalami penurunan.
Diktakan Ferawati, Program olahraga, kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, penguatan kapasitas organisasi, hingga pengembangan kepemimpinan generasi muda akan menjadi fokus utama.
“KNPI tidak boleh hanya menjadi tempat berhimpun, KNPI harus mampu menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Pemuda harus hadir di tengah persoalan bangsa dan menjadi bagian dari solusi,” ujarnya.
Sebagai pemimpin perempuan, ia melihat keberagaman sebagai kekuatan. Pendekatan yang mengedepankan dialog, komunikasi, dan pengayoman menjadi kunci keberhasilannya dalam membangun kepercayaan di kalangan organisasi kepemudaan.
“Mereka sebenarnya hanya ingin didengar dan dirangkul. Saya ingin seluruh organisasi merasa memiliki ruang yang sama di KNPI. Tidak ada yang lebih besar atau lebih kecil, semuanya memiliki peran penting,” katanya.
Di tengah dinamika politik yang kerap menyeret organisasi kepemudaan ke berbagai kepentingan, ia juga menegaskan komitmennya menjaga independensi KNPI. Organisasi ini, menurutnya, harus kembali pada khitah sebagai wadah berhimpun dan mengembangkan potensi generasi muda.
“Saya akan mengembalikan KNPI ke jalur riilnya sebagai rumah besar pemuda. KNPI harus berdiri independen dan fokus membangun kualitas pemuda serta memperkuat organisasi kepemudaan,” tegasnya.
Secara organisatoris, KNPI DKI
Jakarta juga menunjukkan kesiapan yang kuat. Struktur kepengurusan di lima wilayah kota administrasi Jakarta telah terbentuk sebelum Musda berlangsung. Saat ini, sekitar 180 hingga 190 kader dan pengurus aktif terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi.
Sementara itu, penguatan organisasi di wilayah Kepulauan Seribu menjadi agenda strategis berikutnya.
Terpilihnya ketua baru secara aklamasi menjadi sinyal kuat bahwa semangat persatuan mulai tumbuh di tubuh KNPI DKI Jakarta. Dengan dukungan penuh organisasi kepemudaan dan visi besar yang diusung, kepemimpinan baru ini diharapkan mampu menjadikan KNPI sebagai rumah besar yang inklusif, solid, dan berdampak nyata bagi masyarakat serta masa depan generasi muda Jakarta.(f/red)












