Manggar, Belitung Timur – Deru alat berat berkapasitas besar mulai memecah keheningan di kawasan Kolong Tebat Gadong, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Di bawah terik matahari, dua unit ekskavator yang dikerahkan oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Bangka Belitung bekerja tanpa jeda, mengeruk tonan lumpur pekat dari dasar penampungan air legendaris ini.
Bagi masyarakat Manggar Kabupaten Belitung Timur, Kolong Tebat Gadong bukanlah sekadar cekungan air bekas aktivitas penambangan masa lalu. Tempat ini adalah benteng pertahanan terakhir ketersediaan air bersih warga. Melalui proyek Pemeliharaan Berkala Tahun Anggaran (TA) 2026 ini, BWS Babel melakukan pengerukan sedimen sepanjang 124 meter tepat di titik krusial, yaitu area intake Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM).
“Selama ini kalau cuaca mulai panas terik, kami selalu waswas air keran mengecil atau keruh karena kolongnya mendangkal. Pembersihan lumpur ini seperti memberi napas baru untuk kebutuhan air bersih kami,” ujar salah seorang warga yang sering beraktivitas di sekitar lokasi penampungan air tersebut.
Secara teknis, tantangan pemeliharaan kolong seluas 10 hektare ini cukup tinggi. Ketebalan sedimen yang mengendap bertahun-tahun menuntut keahlian para operator alat berat agar pengerukan optimal tanpa merusak ekosistem sekitar.
Langkah senyap di sudut Manggar ini menjadi bukti nyata bahwa infrastruktur terbaik adalah infrastruktur yang langsung mengalirkan manfaatnya ke rumah-rumah warga, memastikan tidak ada lagi keran yang kering di musim kemarau.












