BELITUNG – Di saat sebagian besar warga bersiap untuk beristirahat, ketegangan justru memuncak di kawasan pesisir Desa Keciput, Sijuk. Rabu (2/9/2026) malam, angin kencang musim kemarau mengubah percikan api menjadi amukan karhutla yang mengancam pemukiman dan kawasan penyangga wisata.
Di garis paling depan, tampak sosok Komandan Kodim 0414/Belitung, Letnan Kolonel Inf Rahman Safi’i Tanjung, memimpin langsung prajuritnya menerobos pekatnya asap hitam.Bukan sekadar memberi komando dari jauh, Letkol Inf Rahman Safi’i Tanjung memilih turun langsung ke titik api paling kritis.
Dengan seragam loreng yang mulai menghitam akibat jelaga, Dandim bersama para babinsa bahu-membahu dengan personel Lanud H. AS Hanandjoeddin, BPBD, Satpam wisata setempat warga. Mereka melokalisir pergerakan api menggunakan peralatan pemadam hingga ranting-ranting pohon untuk memutus jalur bara.
“Malam itu medannya sangat menantang. Angin laut bertiup kencang, membuat api melompat dengan cepat di atas lahan yang kering kerontang. Fokus utama kami dari jajaran Kodim adalah memastikan api tidak bergeser ke arah pemukiman warga dan jalur utama pariwisata Sijuk,” ungkap Letkol Inf Rahman Safi’i Tanjung.
Strategi taktis yang diterapkan Dandim Letkol Inf Rahman Safii Tanjung terbukti efektif. Jajaran Kodim 0414/Belitung membagi personel ke dalam beberapa tim kecil untuk melakukan penyekatan darurat. Di bawah komando langsung sang Letnan Kolonel, operasi senyap melawan api ini berlangsung dramatis melintasi tengah malam hingga menjelang dini hari.
Perjuangan tanpa lelah tersebut akhirnya membuahkan hasil. Menjelang subuh, api berhasil dijinakkan sepenuhnya dan status lokasi dinyatakan aman dari potensi menyala kembali. Aksi tanggap darurat ini menegaskan kembali komitmen Kodim 0414/Belitung yang selalu hadir sebagai pelindung dan solusi di tengah kesulitan masyarakat, menjaga Belitung tetap aman dan lestari dari ancaman kabut asap.












