Damar, Belitung Timur – Kabupaten Belitung Timur (Beltim) resmi menjadi rumah bagi industri akuakultur paling mutakhir di tanah air. Pada Minggu sore (1/11/2026), Bupati Beltim Kamarudin Muten menghadiri langsung kegiatan penebaran 1,2 juta benur (benih udang) vaname milik PT Vaname Inti Perkasa (VIP) yang berlokasi di Kecamatan Damar Kabupaten Belitung Timur.
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Beltim, Kamarudin Muten didampingi oleh Camat Damar Arief Firmansyah, Kepala Desa Mengkubang Pirmawan serta rombongan lainnya. Secara simbolis bersama Direktur Utama PT VIP, Heryanto Ardiya, melakukan penebaran ribuan benur ke salah satu kolam dari total rencana 22 modul tambak yang dibangun untuk membidik pasar ekspor internasional.

Usai meninjau langsung fasilitas tambak melalui tour lapangan, Bupati Kamarudin Muten memberikan apresiasi tinggi dan menyebut investasi PT VIP ini sebagai tambak udang tercanggih pertama di Indonesia akibat digitalisasi sistem dari hulu hingga hilir.
“Ini luar biasa. Kita patut mengapresiasi PT VIP yang sudah berinvestasi di Belitung Timur. Tambak ini menggunakan teknologi yang sangat canggih, bahkan menjadi yang pertama di Indonesia dengan sistem pengelolaan dari hulu sampai hilir,” puji Kamarudin Muten.

Kamarudin Muten menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Belitung Timur berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif dengan memberikan kemudahan bagi para investor yang ingin menanamkan modalnya di daerah, yang sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami akan terus berupaya memberikan kemudahan bagi investor yang ingin berinvestasi di Belitung Timur. Harapannya, semakin banyak investasi masuk, usaha semakin berkembang, dan lapangan pekerjaan bagi masyarakat semakin terbuka lebar,” tegas Bupati Kamarudin Muten.
Menurutnya, pertumbuhan investasi di berbagai sektor akan mengoptimalkan potensi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara makro.

Menanggapi dukungan penuh dari pemerintah daerah, Direktur Utama PT VIP, Heryanto Ardiya, saat diwawancarai awak media memaparkan bahwa pengembangan usaha budidaya udang vaname ini tidak hanya berorientasi pada pemenuhan pasar ekspor semata. Investasi besar ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat setempat, khususnya melalui pembukaan kesempatan kerja.
Heryanto menjelaskan bahwa operasional tambak berbasis teknologi modern terintegrasi ini membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang terampil di berbagai bidang. Melalui pengembangan seluruh modul tambak, perusahaan diproyeksikan mampu membuka lapangan pekerjaan baru dan menyerap hingga 400 tenaga kerja lokal.
“Investasi ini bukan hanya tentang bagaimana kita mengembangkan budidaya udang untuk pasar ekspor, tetapi juga bagaimana kehadiran perusahaan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Belitung Timur. Kami berharap dapat menyerap hingga 400 tenaga kerja,” ujar Heryanto di hadapan media.

Ia berharap keberadaan PT VIP dapat memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat lokal untuk mendapatkan pekerjaan sekaligus meningkatkan keterampilan dan kompetensi di sektor budidaya perikanan modern. Terlebih lagi, langkah ini berjalan beriringan dengan visi pembangunan daerah.
“Kehadiran investasi PT VIP juga sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Belitung Timur dalam menciptakan 10.000 lapangan kerja,” tambah Heryanto.
Selain keunggulan penyerapan tenaga kerja, dalam kunjungan tersebut Heryanto juga memperlihatkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ramah lingkungan milik perusahaan. Teknologi tersebut mampu menghasilkan air olahan bersih bebas racun yang kaya nutrisi.
Ke depan, PT VIP berencana memanfaatkan air hasil pengolahan IPAL ini untuk menumbuhkembangkan rumput laut, sehingga mampu menjaga ekosistem pesisir sekaligus memberikan nilai ekonomi tambahan bagi daerah. (Risda)












