Bupati Belitung Timur Hadiri Prosesi Adat Selamatan Laut di Pantai Menara Desa Baru

Manggar, Belitung Timur – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian kearifan lokal masyarakat pesisir melalui kehadiran Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, dalam acara Selamatan Laut di Desa Baru, Kecamatan Manggar. Prosesi adat tahunan yang berlangsung di Pantai Menara, Minggu (1/11/2026) pagi pukul 09.00 WIB.

Acara ini dihadiri oleh jajaran petinggi daerah dan tokoh penting, di antaranya Ketua DPRD Kabupaten Belitung Timur Fezzi Uktolseja bersama Anggota dari Komisi ll Zulchaidir, unsur Forkopimda Belitung Timur, serta jajaran Pejabat Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Turut hadir pula Camat Manggar beserta Forkopimcam Manggar, Kepala Desa Baru, Ketua BPD Desa Baru, Dukun Kampong, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, masyarakat Desa Baru, serta para tamu undangan lainnya.

Kehadiran para tokoh ini disambut hangat oleh warga setempat yang antusias mengikuti jalannya acara.
Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bentuk rasa syukur kolektif atas hasil laut yang melimpah, sekaligus permohonan doa keselamatan bagi para nelayan Desa Baru yang menggantungkan hidupnya pada sektor bahari.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Baru, Husnul Khalik menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan pagi ini.

Kades Baru menegaskan bahwa acara ini merupakan momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengingatkan warga akan pentingnya menjaga lingkungan.

“Acara Selamatan Laut pagi hari ini bukan sekadar tradisi, tapi juga jadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persatuan, serta menumbuhkembangkan rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Kuasa berupa laut yang menjadi sumber penghidupan masyarakat, khususnya bagi para nelayan,” ujar Kepala Desa Baru.

Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga ekosistem laut dari kerusakan demi masa depan generasi mendatang.

“Kita menyadari bahwa laut memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat kita. Oleh karena itu, sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk sama-sama menjaga kelestarian laut kita, tidak melakukan penambangan yang merusak lingkungan, serta mewariskan laut yang bersih dan kaya akan sumber daya kepada generasi-generasi yang akan datang,” tambahnya.

Kepada para nelayan, Kepala Desa berpesan agar selalu mengutamakan keselamatan saat bekerja dengan memperhatikan kondisi cuaca, serta terus menjaga kebersamaan dan kekompakan sesama nelayan.
Pihak Pemerintah Desa berharap agar tradisi bernilai luhur ini terus dilestarikan dengan tetap berpedoman pada ajaran agama dan nilai-nilai kebersamaan.

Sementara itu, Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten dalam arahannya menyampaikan rasa puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena seluruh elemen masyarakat dapat berkumpul dalam keadaan sehat dan penuh kebersamaan pada agenda Selamatan Laut Desa Baru ini. Beliau menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap eksistensi budaya lokal.

“Kegiatan adat seperti Selamat Laut ini memiliki makna yang sangat dalam. Di dalamnya terkandung nilai gotong royong, solidaritas sosial, dan penghormatan terhadap alam. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita jaga dan wariskan kepada generasi penerus,” tutur Kamarudin Muten.

Lebih lanjut, Bupati menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Belitung Timur berkomitmen penuh untuk terus mendukung pelestarian adat istiadat dan budaya daerah. Menurutnya, Selamat Laut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya yang bernilai religius, sosial, dan ekonomi.

“Oleh karena itu, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, merawat fasilitas yang ada, serta melestarikan alam pesisir sebagai sumber kehidupan,” ajak Bupati Beltim.

Menutup sambutannya, Kamarudin Muten menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada para dukun kampong, tokoh adat, panitia, serta seluruh masyarakat yang telah berperan aktif dalam terselenggaranya kegiatan ini.

Beliau berharap agar tradisi ini terus lestari, dilaksanakan secara berkesinambungan, dan menjadi kebanggaan masyarakat Desa Baru pada khususnya, serta Kabupaten Belitung Timur pada umumnya.

Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat, serta prosesi ritual pelarungan miniatur perahu (Jong) ke laut lepas. Seluruh tahapan kegiatan berjalan secara khidmat dan tertib dengan koordinasi yang baik antara panitia desa, pihak kecamatan, dan pemerintah kabupaten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!