Selinsing, Belitung Timur – Udara kering dan angin kencang nyaris membawa petaka di kawasan pemukiman warga RT 17 dan 18, Desa Selinsing, Kecamatan Gantung. Pada Rabu (02/09/2025) siang, sebuah kobaran api besar mendadak melalap lahan kering di jalan raya belakang rumah warga, memicu kepanikan massal karena posisinya yang sangat dekat dengan dapur-dapur rumah penduduk.
Menerima laporan genting tersebut, Pj Danramil 414-03/Gantung, Pelda Aripianto bersama Babinsa Limbongan Serda Restu dan Anggota Koramil 414-03/Gantung lainnya langsung bergerak cepat ke titik api. Tiba di lokasi pada pukul 12.40 WIB, situasi sudah cukup mencekam dengan kepulan asap hitam yang mulai membubung tinggi.
“Kuncinya adalah kecepatan bertindak dan koordinasi di lapangan. Begitu melihat arah angin yang mengarah ke rumah warga, kami langsung membagi tim untuk memutus jalur api,” ujar Pj Danramil 414-03/Gantung, Pelda Aripianto.
Kondisi lapangan yang kering membuat api menyebar sangat cepat hingga menghanguskan sekitar 5 hektar lahan. Namun, situasi kritis ini justru memicu aksi solidaritas yang luar biasa. Sebuah “benteng manusia” spontan terbentuk di lapangan.
Sebanyak 5 personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Belitung Timur dan 4 petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Belitung Timur langsung merangsek ke titik pusat api menggunakan armada pancar. Di saat yang sama, 15 orang warga setempat menolak tinggal diam. Dengan peralatan seadanya, mereka bahu-membahu bersama personel TNI menyisir area pinggiran guna memastikan api tidak melompati batas aman pemukiman.
Kerja keras, peluh, dan debu pekat membayar tuntas perjuangan tim gabungan ini. Tepat pukul 13.40 WIB, atau hanya satu jam sejak operasi darurat dimulai, amukan api berhasil dipadamkan total.
Berkat respons super cepat dan sinergi tanpa sekat antara TNI, instansi penanggulangan bencana, dan masyarakat, tidak ada korban jiwa maupun kerugian material bangunan dalam insiden ini. Jalannya evakuasi dan lokalisasi api dipastikan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada sisa bara api di dalam tanah (ground fire) yang berpotensi memicu kebakaran susulan di tengah cuaca kering.












