DAMAR, BELITUNG TIMUR – Langkah preventif yang masif terus digalakkan guna mengantisipasi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kepulauan Bangka Belitung. Mengingat cuaca panas ekstrem yang rentan memicu titik api, Tim Markas Besar (Mabes) TNI turun langsung ke lapangan untuk memperkuat benteng pertahanan hijau di Kabupaten Belitung Timur.
Bertempat di Aula Kantor Camat Damar, Desa Mengkubang, pada Rabu pagi (02/09/2026), digelar agenda strategis bertajuk Penyuluhan dan Sosialisasi Karhutla. Kegiatan ini menjadi momentum krusial yang mempertemukan jajaran komando militer tertinggi, pemerintah daerah, hingga seluruh kepala desa se-Kecamatan Damar guna menyamakan frekuensi dan strategi di garis depan.
Hadir memimpin pergerakan ini, Ketua Tim Penyuluhan Karhutla Mabes TNI, Kolonel Laut Sumantri Kuswandono, didampingi Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Rahman Syafi’i Tanjung, Kasdim 0414/Belitung Mayor Cke Ihsan, serta jajaran Danramil setempat juga Camat Damar Arif Firmansyah, Kades se-kecamatan Damar serta tamu undangan lainnya. Kehadiran para petinggi militer ini menegaskan bahwa urusan karhutla bukan lagi sekadar isu lingkungan, melainkan bagian dari ketahanan wilayah.
Camat Damar, Arif Firmansyah, dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga sekaligus kewaspadaan yang tinggi terhadap kondisi geografis wilayahnya. Menurutnya, ancaman karhutla adalah bahaya nyata bagi warga, terutama saat musim kemarau menyengat. Kebakaran bukan hanya merusak alam dan mengganggu pernapasan, tetapi juga memukul ekonomi masyarakat setempat. Ia menekankan bahwa mencegah jauh lebih murah dan aman daripada memadamkan api yang sudah membesar, sehingga kehadiran Mabes TNI menjadi suntikan moral yang sangat besar
Menyambut komitmen pemerintah kecamatan, Kolonel Laut Sumantri Kuswandono menegaskan bahwa pendekatan yang dibawa oleh TNI mengedepankan edukasi humanis. TNI hadir bukan untuk menegur atau mencari kesalahan, melainkan merangkul masyarakat agar menjadi agen perubahan dalam menjaga ruang hidup mereka. Pihaknya ingin membangun kesadaran kolektif dan mengimbau dengan sangat agar masyarakat menghentikan kebiasaan lama membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar karena di tengah cuaca kering, percikan kecil bisa menjadi bencana besar.
Sejalan dengan arahan komando atas, Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Rahman Syafi’i Tanjung menyatakan kesiapan penuh komando kewilayahan untuk mengawal instruksi tersebut di lapangan. Jajaran Kodim 0414/Belitung melalui para Babinsa dipastikan akan memperketat pengawasan di area rawan serta mengoptimalkan patroli wilayah secara berkala. Dandim juga menegaskan komitmennya untuk mempererat kolaborasi lintas sektoral bersama Polres Belitung Timur, Pemerintah Daerah, BPBD, dan seluruh perangkat desa guna memastikan sistem deteksi dini dan mitigasi berjalan secara terpadu serta responsif.
Lebih lanjut, pertahanan wilayah dalam menanggulangi karhutla di Belitung Timur dipastikan semakin solid melalui jalinan sinergi taktis bersama prajurit Yonif TP 845/Ksatria Satam. Sebagai satuan teritorial pembangunan yang memiliki basis kuat di wilayah komando kewilayahan tersebut, personel Yonif TP 845/KS disiagakan penuh untuk mempertebal kekuatan personel di lapangan. Sinergitas ini mencakup pengerahan pasukan pemukul reaksi cepat jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan titik api, pengawasan terpadu pada area hutan yang berbatasan dengan lahan produktif, hingga pendampingan edukasi pertanian tanpa bakar bersama masyarakat.
Salah satu poin paling krusial yang dihasilkan dalam forum ini adalah penguatan early warning system (sistem peringatan dini) berbasis komunitas. Kolonel Sumantri menginstruksikan seluruh kepala desa yang hadir untuk segera mengaktifkan rantai laporan cepat. Jika masyarakat melihat kepulan asap atau titik api sekecil apa pun, mereka diminta langsung menghubungi Babinsa atau aparat terdekat.
Sinergitas lintas sektoral antara TNI-Polri, Pemerintah Daerah, BPBD, hingga perangkat desa disepakati menjadi harga mati dalam penanggulangan karhutla tahun ini. Melalui sosialisasi ini, para kepala desa di Kecamatan Damar kini mengemban misi baru untuk pulang ke desa masing-masing sebagai pelopor pencegahan kebakaran, memastikan bahwa tidak ada lagi api yang menyala liar di bumi Belitung Timur.












