ELLA HILIR MEDIAKOTA.Com– Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa, bersama Tim Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI, dan Forkopimda melaksanakan kunjungan kerja ke Kecamatan Ella Hilir dalam rangka monitoring dan sosialisasi terkait penanganan Karhutla, Rabu (2/9/2026).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau kondisi karhutla sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, perusahaan, dan masyarakat dalam mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Brigjen TNI Lukman Arif, Kapolres Melawi, Dandim 1205/Sintang, Kepala Perangkat Daerah terkait, Kepala KPH, Pimpinan Bank Kalbar, Direktur Perumdam Tirta Melawi, Camat Ella Hilir, unsur Forkopimcam, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta jajaran terkait lainnya.
Camat Ella Hilir, Miles, S.P dalam laporannya menyampaikan bahwa 7 Desa terdampak Karhutla, termasuk Desa Nanga Nyuruh merupakan wilayah yang paling terdampak karhutla. Diperkirakan sekitar 40 persen wilayah desa tersebut telah terdampak kebakaran.
Selain Nanga Nyuruh, sejumlah kejadian kebakaran juga terpantau di beberapa desa lainnya. Namun, berkat kerja sama aparatur, masyarakat, perusahaan, dan seluruh unsur terkait, api yang muncul dapat ditangani.
Pemerintah Kecamatan Ella Hilir juga telah mendirikan posko penanganan karhutla di Kantor Camat Ella Hilir. Posko tersebut didukung petugas kesehatan serta komunikasi dengan unsur pemadam kebakaran dan pihak-pihak lain yang siap membantu ketika muncul laporan kebakaran.
Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya Usfa Yursa dalam arahannya menegaskan bahwa kondisi karhutla saat ini telah menjadi bencana dan membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Penanganannya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, BPBD, camat, kepala desa, TNI, maupun Polri, tetapi merupakan tanggung jawab bersama.
“Dalam kondisi seperti sekarang, kita tidak boleh saling menyalahkan. Kita tidak sendiri, tetapi harus bergerak bersama-sama menangani karhutla ini,” tegas Bupati.
Bupati meminta masyarakat untuk menunda sementara aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar selama musim kemarau. Imbauan tersebut bukan untuk menyalahkan masyarakat, melainkan sebagai langkah pencegahan agar api tidak meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.
Ia juga meminta Camat Ella Hilir dan para kepala desa mempercepat pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA). Dari 19 desa di Kecamatan Ella Hilir, baru satu desa yang dilaporkan telah membentuk MPA. Bupati menargetkan pembentukan MPA di 18 desa lainnya segera diselesaikan.
Selain memperkuat sumber daya manusia, Bupati juga menekankan pentingnya kesiapan peralatan. Mulai tahun anggaran 2027, pemerintah desa diminta mengalokasikan anggaran untuk pengadaan peralatan pemadam kebakaran. Desa yang masih memiliki anggaran yang memungkinkan untuk dialihkan juga diminta mendahulukan pengadaan peralatan dasar penanganan karhutla.
Menurut Bupati, kendala utama yang dihadapi petugas di lapangan adalah keterbatasan peralatan, sulitnya akses menuju titik api, serta minimnya sumber air. Oleh karena itu, sebagian anggaran daerah telah diarahkan untuk memperkuat penanganan karhutla.
“Walaupun personel yang turun banyak, tanpa didukung peralatan yang memadai, penanganannya tidak akan efektif. Pemerintah daerah terus berupaya memenuhi kebutuhan tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Brigjen TNI Lukman Arif menegaskan pentingnya sinergi dan koordinasi dalam menghadapi karhutla. Menurutnya, kondisi kemarau panjang menyebabkan api mudah merambat, terutama pada wilayah yang memiliki lahan gambut dan vegetasi kering.
“Kita tidak perlu saling menuduh siapa yang salah dan siapa yang benar. Saat ini yang dibutuhkan adalah kerja nyata dan kebersamaan untuk mengatasi kebakaran yang sudah terjadi,” katanya.
Ia juga meminta pemerintah kecamatan dan desa menyampaikan edukasi secara berjenjang kepada masyarakat, khususnya warga yang masih melakukan aktivitas berladang. Pencegahan harus dilakukan melalui pengaturan yang baik, pembuatan sekat bakar, kesiapan peralatan, serta pengawasan sampai api benar-benar padam.
Kapolres Melawi, AKBP Askhabul Kahfi, S.I.K turut mengimbau masyarakat menghentikan sementara seluruh aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran, termasuk membuka lahan dengan membakar, membakar sampah secara sembarangan, dan membuang puntung rokok di area yang mudah terbakar.
Menurutnya, pengerahan personel dari pemerintah pusat, TNI, dan Polri menunjukkan keseriusan dalam menangani karhutla. Namun, upaya tersebut tidak akan maksimal tanpa dukungan dan kesadaran masyarakat.
“Mari kita memiliki satu pemikiran dan satu tujuan untuk bersama-sama menanggulangi karhutla. Para kepala desa dan tokoh masyarakat kami harapkan terus mengingatkan warga,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dandim 1205/Sintang, Letkol Arm Anggit Wijaksono menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan perhatian besar terhadap penanganan karhutla di Kabupaten Melawi. Dukungan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) telah dikerahkan, termasuk menempatkan satu peleton atau sekitar 30 personel di wilayah Koramil Ella Hilir.
“Kita mendapatkan bantuan BKO 2 Kompi dari Jawa, dan akan menempatkan 1 peleton di setiap koramil atau kecamatan di Kabupaten Melawi. Selain itu dukungan 2 heli yang akan ditempatkan di Sintang bisa digunakan membantu penanganan karhutla di Melawi”, ujarnya.
Menurut Dandim, dukungan helikopter sangat dibutuhkan karena banyak titik api berada di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Kendati demikian, sebanyak apa pun personel, peralatan, dan helikopter yang dikerahkan tidak akan efektif tanpa kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran selama kemarau.
“Dampak karhutla tidak hanya dirasakan masyarakat Melawi, tetapi juga wilayah sekitar. Karena itu, kesadaran harus dimulai dari diri sendiri dan diperkuat oleh para pemimpin di setiap wilayah melalui sosialisasi dan edukasi,” ungkapnya.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Melawi berharap koordinasi penanganan karhutla di Kecamatan Ella Hilir semakin kuat. Seluruh unsur diminta terus meningkatkan patroli, mempercepat penyampaian informasi, menyiapkan personel dan peralatan, serta mengajak masyarakat bersama-sama menjaga wilayahnya dari ancaman kebakaran.
M.Fadli












