KUPI Gelar Maulid Nabi dan Santuni 350 Anak Yatim, Perkuat Persaudaraan Warga Aceh di Perantauan

JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Semangat kepedulian sosial dan persaudaraan warga Aceh di perantauan mengemuka dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan Keluarga Urang Pidie (KUPI). Tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, kegiatan ini juga diisi dengan santunan bagi sekitar 350 anak yatim dari 23 kabupaten di bawah naungan Taman Iskandar Muda.

Ketua Panitia, H. Rahmatullah, S.IP., S.M., M.H., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim, khususnya dalam mendukung keberlangsungan pendidikan mereka.

Menurut Rahmatullah, dari sekitar 350 anak yatim yang menjadi penerima santunan, sebanyak 40 anak hadir sebagai perwakilan dalam acara tersebut.

“Fokus santunan ini berupa pemberian dana langsung dan pembagian buku, karena mereka masih dalam tahap belajar. Momentum ini juga menjadi ajakan kepada para dermawan agar ikut memperhatikan masa depan pendidikan anak-anak yatim,” ungkap Rahmatullah.

Ia menegaskan, perhatian terhadap anak yatim tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan sesaat. Dukungan terhadap kebutuhan pendidikan menjadi salah satu bentuk investasi sosial agar mereka tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik meskipun telah kehilangan orang tua.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut juga melampaui perkiraan panitia. Jika biasanya jumlah tamu undangan berkisar 500 hingga 1.000 orang, kali ini hampir 2.000 warga masyarakat hadir memadati kegiatan.

Sejumlah tokoh masyarakat Aceh, pejabat pemerintah, alim ulama, serta tokoh-tokoh masyarakat Aceh yang berdomisili di Jakarta turut menghadiri kegiatan tersebut.

Rahmatullah menilai tingginya kehadiran masyarakat menjadi bukti kuat bahwa semangat kebersamaan dan ikatan persaudaraan warga Aceh tetap terpelihara meskipun berada jauh dari kampung halaman.

Mengusung semangat mempererat tali persaudaraan dan menjalin ukhuwah, peringatan Maulid Nabi ini diharapkan menjadi ruang silaturahmi sekaligus memperkuat solidaritas sosial antarsesama warga Aceh.

Ia menjelaskan, tradisi Maulid memiliki tempat istimewa dalam kehidupan masyarakat Aceh. Peringatannya bahkan tidak hanya berlangsung sehari, tetapi dapat digelar selama kurang lebih tiga bulan di berbagai wilayah dan cabang organisasi.

“Tradisi Maulid bagi masyarakat Aceh sangat unik. Di kampung, perayaannya bisa berlangsung sampai tiga bulan. Karena itu, kegiatan seperti ini harus terus kita jaga dan lestarikan dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Terkait kehadiran Pemerintah Kabupaten Pidie, Rahmatullah menyampaikan bahwa undangan telah disampaikan kepada seluruh pihak terkait. Namun, pada waktu bersamaan pemerintah daerah juga memiliki agenda pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat kabupaten sehingga mengirimkan perwakilan.

Lebih dari sekadar perayaan keagamaan, kegiatan KUPI ini memperlihatkan bahwa kekuatan sebuah komunitas tidak hanya diukur dari besarnya jumlah anggotanya, tetapi juga dari kepedulian terhadap sesama, terutama mereka yang membutuhkan perhatian.

Rahmatullah berharap kegiatan Maulid dan santunan anak yatim dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah mempererat persaudaraan, menjaga tradisi Aceh, serta menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Af/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!