Batu Penyu, Belitung Timur – Sayup-sayup suara pel pelan menyentuh lantai keramik putih Masjid Istiqomah di Dusun Sumping, Desa Batu Penyu, siang itu. Jarum jam baru menunjukkan pukul 11.00 WIB, namun atmosfer hangat sudah menjalar ke setiap sudut ruang ibadah. Jum’at (6/11/2026).
Hari ini bukan Jumat biasa bagi warga setempat. Di antara barisan jemaah yang mulai merapatkan saf, tampak beberapa pria berseragam cokelat polisi duduk bersila dengan takzim, membaur tanpa sekat. Mereka adalah rombongan dari Polsek Gantung, yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Muhammad Harits Arlianto. Bersamanya, hadir pula Kanit Reskrim Ipda Rafael Akbar Jaya Pratama, Ps. Kanit Intelkam Aiptu Agustiawan, serta Bhabinkamtibmas Desa Batu Penyu.

Kehadiran mereka lewat program “Jumat Keliling” bukan sekadar formalitas kedinasan, melainkan sebuah misi tulus untuk melipat jarak antara penegak hukum dan masyarakat.
“Polisi adalah bagian dari masyarakat, dan tempat terbaik untuk mendengarkan masyarakat adalah di rumah ibadah, di mana semua hati berada dalam kondisi bersih dan damai,” ujar Iptu Muhammad Harits di hadapan para pengurus dan jemaah masjid.
Dalam ruang dialog yang mengalir humanis selepas ibadah, Kapolsek menekankan pentingnya peran tokoh agama dan pengurus masjid sebagai ‘penyejuk’ di tengah riak-riak sosial lingkungan. Polsek Gantung secara terbuka mengajak masyarakat untuk tidak ragu mengetuk pintu kantor polisi, baik untuk memberikan saran, menyampaikan aspirasi, maupun mengadukan masalah yang mengganjal di lingkungan sekitar.
Pertemuan siang itu ditutup dengan jabat tangan erat dan senyum yang tulus. Di Dusun Sumping, kemitraan antara Polri dan masyarakat kini tidak lagi sekadar slogan di baliho jalanan, melainkan sebuah ikatan nyata yang dirajut di atas hamparan sajadah Masjid Istiqomah. Rasa aman kini bukan lagi tuntutan, melainkan sebuah kepastian yang dijaga bersama.












