JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Dinamika internal yang mewarnai perjalanan organisasi Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) menjadi perhatian sejumlah pihak. Di tengah perbedaan pandangan yang berkembang pada Munas ke 10 sekarang ini Wakil Ketua Umum VIII Bod. Pariwisata Mayuko H Anantawikrama, Ssn, menegaskan pentingnya menjadikan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) sebagai landasan utama dalam menjalankan roda organisasi.
Dalam keterangannya kepada awak media, Bu Mayuko menyatakan dirinya memilih bersikap tegak lurus mengikuti arahan Ibu Nita Yudi dan Ibu Tatyana. Ia berharap berbagai gejolak yang terjadi tidak berlarut-larut dan tidak mengganggu konsolidasi maupun aktivitas para anggota IWAPI di seluruh Indonesia.
“Saya hanya ikut dan tegak lurus dengan Ibu Nita Yudi dan Ibu Tatyana,” ujarnya.
Bu Mayuko juga menyoroti mekanisme penyelenggaraan musyawarah dalam organisasi. Menurutnya, setiap proses harus berjalan sesuai ketentuan AD/ART, termasuk mengenai pelaksanaan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Ia berharap seluruh pihak dapat kembali membangun komunikasi dan mengedepankan kepentingan organisasi di atas perbedaan kepentingan kelompok.
Terkait hasil pemilihan Ketua Umum IWAPI, Bu Mayuko menyampaikan ucapan selamat kepada Tatyana Sutara yang telah ditetapkan sebagai ketua umum melalui forum musyawarah.
Ia menilai kelengkapan dokumen organisasi menjadi salah satu aspek penting yang harus diperhatikan dalam proses pencalonan dan penyelenggaraan musyawarah. Namun, untuk penjelasan lebih terperinci mengenai persyaratan administrasi dan teknis, ia menyarankan agar awak media mengonfirmasi langsung kepada Steering Committee (SC) atau panitia pengarah.
Bu Mayuko turut menyinggung sejumlah aspek administratif yang menurutnya perlu menjadi perhatian, di antaranya Kartu Tanda Anggota (KTA) dan sertifikat organisasi, termasuk kesesuaian penggunaan logo resmi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin memberikan penjelasan lebih jauh di luar kapasitasnya dan meminta agar persoalan teknis dikonfirmasi kepada pihak panitia.
Lebih jauh, Bu Mayuko mengingatkan bahwa konflik internal organisasi berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan bagi anggota, terlebih IWAPI menaungi ribuan perempuan pengusaha hingga tingkat daerah.
Menurutnya, organisasi seharusnya menjadi ruang konsolidasi, pemberdayaan, dan penguatan usaha perempuan, bukan justru terjebak dalam perselisihan berkepanjangan.
Menutup keterangannya, Bu Mayuko menyampaikan harapan agar IWAPI semakin besar, berjaya, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan perempuan Indonesia, khususnya dalam dunia kewirausahaan.
Ia berharap seluruh pihak dapat mengakhiri perbedaan, menjaga persatuan, serta mengembalikan fokus organisasi pada tujuan besarnya, yakni memperkuat kapasitas dan kemandirian perempuan pengusaha di Indonesia.
Persatuan dan kepatuhan terhadap aturan organisasi menjadi kunci agar IWAPI tetap berdiri kokoh sebagai wadah perjuangan perempuan pengusaha Indonesia,” harap Bu Mayuko. (f/red)












