BENGKAYANG MEDIAKOTA.COM — Dalam rangka merespons cepat keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir, Gubernur Kalimantan Barat, Dr. H. Ria Norsan, M.M., M.H., melakukan kunjungan kerja langsung ke PLTU Bengkayang. Peninjauan ini dilakukan untuk menindaklanjuti keresahan masyarakat sekaligus memastikan keandalan pasokan listrik di wilayah Kalimantan Barat.
Langkah proaktif ini diambil oleh Gubernur untuk melihat secara langsung proses pemeliharaan menyeluruh atau overhaul (turun mesin) yang sedang dilaksanakan oleh pihak PT PLN. Gubernur Ria Norsan menjelaskan bahwa kunjungannya adalah bentuk kehadiran pemerintah dalam menanggapi keluhan masyarakat yang harus menghadapi pemadaman bergilir dengan durasi sekitar 2 jam.
“Masyarakat kan sekarang ribut kenapa listrik ini padam-padam, jadi kita untuk menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan masyarakat kita terhadap PLN,” tegas Gubernur.
Dalam pertemuan tersebut, Gubernur menyoroti lamanya waktu pengerjaan pemeliharaan mesin. Mengetahui bahwa target perbaikan memakan waktu 54 hari dan baru akan selesai pada 5 Desember, Gubernur dengan tegas meminta jajaran manajemen PLTU Singkawang/Bengkayang untuk mempercepat proses tersebut. Beliau mendorong agar pengerjaan yang awalnya 54 hari dapat dipersingkat menjadi 25 hari.
Dorongan percepatan ini ditekankan oleh Gubernur agar pasokan listrik di Kalimantan Barat dapat kembali normal sebelum masyarakat menghadapi perayaan hari-hari besar keagamaan, seperti Natal dan Tahun Baru. “Kalau bisa di pertengahan November sudah selesai,” tambah beliau kepada pihak PLN.
Gubernur juga memberikan edukasi dan transparansi informasi kepada publik bahwa pemadaman yang terjadi murni karena pemeliharaan rutin yang wajib dilakukan. Beliau menegaskan bahwa mesin PLTU telah beroperasi selama 7 tahun dan saat ini memang sudah waktunya untuk menjalani perawatan overhaul, bukan karena kerusakan sistem yang mendadak. Oleh karena itu, beliau mengimbau masyarakat untuk tidak berasumsi atau berspekulasi yang bermacam-macam.
Sementara itu, Direktur Operasi PT PLN Indonesia Power, Muhammad Padang Dirgantara, menyambut baik kehadiran dan perhatian dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Pihaknya menjelaskan bahwa keberadaan PLTU Bengkayang sangat vital karena berkontribusi sekitar 12 hingga 14 persen terhadap Sistem Khatulistiwa di Kalimantan Barat saat kedua unit mesin beroperasi. Pihak PLN berkomitmen untuk bekerja semaksimal mungkin dalam mempercepat perbaikan agar dapat memberikan pelayanan dan kontribusi kelistrikan yang optimal bagi masyarakat.
Melalui peninjauan langsung ini, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat membuktikan komitmennya untuk terus mengawal dan mengawasi setiap pelayanan publik di wilayahnya. Gubernur meminta masyarakat Kalimantan Barat untuk sedikit bersabar, seraya memastikan bahwa pemerintah akan terus memantau agar listrik dapat segera kembali normal.
(Hsn)












