Gantung, Belitung Timur – Pemerintah Kabupaten Belitung Timur bergerak cepat dalam merespons dampak cuaca ekstrem yang melanda wilayah pesisir Selatan. Guna meringankan beban ekonomi masyarakat, Pemkab menyalurkan paket bantuan sembako Anggaran TA 2026 kepada para nelayan di Kecamatan Gantung. Agenda krusial ini dilaksanakan secara langsung di Aula Kantor Camat Gantung. Selasa (21/7/2026) pukul 09.30 WIB.
Penyaluran bantuan ini akan dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 20 hingga 23 Juli 2026 dengan dipimpin langsung oleh Bupati Belitung Timur, Kamarudin Muten, yang hadir di tengah-tengah para nelayan penerima manfaat. Dalam kegiatan tersebut, Bupati didampingi oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DinsosP3A) Ronny Setiawan, Camat Gantung serta Kepala Desa Lenggang, Kepala Desa Gantung dan Kepala Desa Baru Penyu.
Kehadiran jajaran pejabat daerah dan kepala dinas terkait menegaskan komitmen Pemkab Belitung Timur dalam menjaga akurasi data penerima. Sinergi dengan DinsosP3A memastikan bahwa bantuan sosial ini tepat sasaran dan langsung diterima oleh nelayan yang benar-benar terdampak oleh cuaca buruk. Sebagaimana diketahui, musim angin kencang membuat gelombang laut menjadi tinggi dan berbahaya bagi keselamatan. Kondisi alam ini memaksa mayoritas nelayan di Kecamatan Gantung untuk sementara waktu tidak melaut, sehingga berdampak langsung pada menurunnya pendapatan harian mereka.
Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Belitung Timur menyalurkan bantuan sembako kepada 500 nelayan yang tersebar di enam kecamatan karena tidak bisa melaut akibat musim angin kencang. Dari total 500 paket sembako yang berisi beras dan minyak goreng tersebut, sebaran distribusinya meliputi 234 paket untuk nelayan Kecamatan Manggar, 85 paket untuk nelayan Kecamatan Damar, 2 paket untuk nelayan Kecamatan Dendang, 50 paket untuk nelayan Kecamatan Gantung, 66 paket untuk nelayan Kecamatan Kelapa Kampit, dan 63 paket untuk nelayan Kecamatan Simpang Pesak.
Dalam sambutannya di hadapan para nelayan dan tamu undangan, Bupati Beltim Kamarudin Muten secara utuh menyampaikan rasa empati sekaligus menegaskan arah kebijakan Pemkab Beltim.
“Kita memahami bahwa dalam beberapa waktu terakhir, kondisi cuaca, khususnya angin kencang kurang bersahabat. Banyak di antara Bapak dan Saudara sekalian yang tidak dapat melaut sehingga berpengaruh terhadap pendapatan dan pemenuhan kebutuhan keluarga. Sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, melalui Program Prioritas ‘Nelayan Nyaman’, pada tahun ini menyalurkan bantuan sembako kepada 500 nelayan yang tersebar di enam kecamatan. Bantuan ini mungkin tidak sepenuhnya menggantikan penghasilan yang hilang, namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban para nelayan dan keluarga,” kata Kamarudin Muten.
Kamarudin Muten juga menambahkan instruksi operasional kepada panitia pelaksana serta memberikan pesan keselamatan yang mendalam bagi seluruh nelayan tradisional yang hadir.
“Saya berpesan kepada seluruh pihak yang terlibat agar proses penyaluran bantuan dilaksanakan secara tertib, tepat sasaran, dan transparan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara adil dan merata. Kepada para nelayan, saya juga mengimbau agar mengutamakan keselamatan dan tidak memaksakan diri melaut apabila kondisi cuaca belum memungkinkan. Semoga kondisi cuaca segera membaik sehingga aktivitas melaut dapat kembali berjalan normal. Semoga bantuan ini membawa manfaat dan menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat,” sambungnya.
Di sela-sela kegiatan, awak media Nediakota.com mengajukan beberapa pertanyaan kepada Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DindosP3A) Kabupaten Belitung Timur, Ronny Setiawan, S.IP., M.P.A., terkait urgensi, pengawasan, serta distribusi bantuan sosial yang kerap menjadi perhatian publik di tingkat bawah.
Ronny Setiawan terangkan bahwa guna memastikan asas keadilan dan ketepatan sasaran, DindosP3A Beltim memberlakukan sistem penyaringan dan validasi data yang sangat ketat. Pihaknya tidak lagi menoleransi usulan data manual yang rawan bias, melainkan mengintegrasikan tiga instrumen data utama sebagai basis penyaluran :
– Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS): Menjadi acuan dasar guna memetakan tingkat kesejahteraan ekonomi keluarga nelayan di Kecamatan Gantung.
– Kepemilikan Kartu Kusuka: Berfungsi sebagai bukti legalitas mutlak bahwa calon penerima merupakan nelayan aktif, bukan warga profesi lain yang mendadak mengaku sebagai nelayan demi mendapatkan bantuan.
– Sinkronisasi Anggota KUB: Data sekunder dari Dinas Perikanan digunakan untuk memverifikasi keaktifan nelayan berdasarkan pangkalan bersandarnya kapal di tiap desa pesisir.
Disinggung mengenai cara mengantisipasi adanya riak di tingkat bawah terkait oknum yang mencoba memanfaatkan momentum bencana ini untuk keuntungan pribadi, Ronny Setiawan membeberkan strategi preventif yang belum pernah diterapkan pada musim-musim sebelumnya.
” DindosP3A kini menerapkan sistem Digitalisasi Lintas Sektoral Berbasis NIK yang secara otomatis akan menolak (reject) jika ditemukan input ganda atau ketidaksesuaian identitas dengan database kependudukan nasional. Selain benteng digital, mekanisme Verifikasi Faktual Terbuka juga digulirkan secara berjenjang,” ujarnya.
Ia sebutkan juga bahwa setiap daftar nama usulan dari tingkat dusun wajib melewati uji publik dan divalidasi langsung oleh pengurus Kelompok Usaha Bersama (KUB) serta aparat desa setempat. Langkah ini efektif membatasi ruang gerak oknum yang berniat menyusupkan data penerima fiktif.
“Kami tidak memberikan ruang sedikit pun bagi manipulasi data atau tumpang tindih dengan jaminan sosial reguler seperti PKH dan BPNT. Jika ada oknum di lapangan yang mencoba bermain-main dengan memanipulasi data penerima fiktif, sistem ini akan langsung mendeteksi dan mencoretnya. Kami ingin memastikan setiap butir beras yang bersumber dari anggaran daerah benar-benar jatuh ke tangan nelayan Gantung yang saat ini tidak bisa melaut,” tegasnya.
Ia juga menghimbau jika investigasi media atau laporan warga menemukan ada ketidaksesuaian di lapangan, silakan laporkan langsung melalui kanal pengaduan resmi dinas, dan kami pastikan data tersebut langsung dicoret dari daftar penerima manfaat tahap berikutnya.
Di akhir penjelasannya, Ia berpesan ke seluruh masyarakat pesisir di Gantung untuk selalu memantau radar cuaca BMKG dan mengutamakan keselamatan jiwa dengan tidak memaksakan diri melaut hingga kecepatan angin dan gelombang kembali normal.
Terpantau awak media, program penyerahan bantuan sembako ini menjadi langkah taktis pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pangan keluarga nelayan selama masa paceklik akibat faktor alam. Penyerahan bantuan di Aula Kantor Camat Gantung tersebut berjalan dengan tertib dan lancar. Para nelayan setempat menyampaikan apresiasinya atas respons cepat serta transparansi dari pemerintah daerah yang dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan pokok harian keluarga mereka selama cuaca belum kembali bersahabat.












