Muktamar XXIII Al Washliyah Tegaskan Komitmen Menjaga Moral Bangsa dan Menguatkan Kesejahteraan Umat

JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Muktamar XXIII Al Jam’iyatul Washliyah menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat peran sebagai penjaga moral bangsa sekaligus mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia maju.

Muktamar ke XXIII tersebut Mengusung tema “Berkhidmat untuk Umat Menuju Indonesia Maju”,

forum permusyawaratan tertinggi organisasi itu menjadi momentum memperkuat konsolidasi nasional sekaligus merumuskan arah pengabdian Al Washliyah di bidang pendidikan, dakwah, sosial, dan pemberdayaan ekonomi.

Ketua Umum Pengurus Besar Al Washliyah, Dr, KH Masyhuri Khamis, SH, MH, dalam pidato pembukaan menyampaikan bahwa tema muktamar bukan sekadar slogan, melainkan penegasan arah perjuangan organisasi di tengah berbagai tantangan kebangsaan yang semakin kompleks.

Menurutnya, kemajuan pembangunan harus berjalan beriringan dengan penguatan moral masyarakat. Ia menyoroti berbagai persoalan yang dinilai mengancam masa depan bangsa, mulai dari penyalahgunaan narkoba, perjudian digital, praktik korupsi hingga berbagai penyimpangan yang dinilai bertentangan dengan nilai agama, budaya bangsa, Pancasila, dan Undang-Undang Dasar 1945.

“Al Washliyah hadir sebagai garda terdepan dalam memperkuat keimanan dan akhlak melalui pendidikan, dakwah, serta pembinaan masyarakat. Kami ingin memastikan generasi muda terlindungi dari berbagai ancaman yang dapat merusak masa depan bangsa,” ujarnya.

Di bidang ekonomi, Al Washliyah menyatakan dukungan terhadap implementasi Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan pengelolaan sumber daya alam harus ditujukan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

Organisasi tersebut menilai prinsip keadilan ekonomi sejalan dengan ajaran Islam yang menghendaki pemerataan manfaat kekayaan alam agar tidak hanya dinikmati kelompok tertentu.

Muktamar juga menjadi ajang konsolidasi nasional organisasi. Dari 254 pengurus daerah, sebanyak 194 hadir dalam forum tersebut, bersama perwakilan luar negeri, ulama, tokoh nasional, pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, serta sejumlah pejabat negara dan kepala daerah.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PB Al Washliyah mengajak seluruh kader menjadikan muktamar sebagai momentum memperkuat ukhuwah, mempererat persatuan, serta memperluas kolaborasi demi kemajuan umat dan bangsa.

Ia menegaskan bahwa kepemimpinan dalam organisasi merupakan amanah yang harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar jabatan.

Perhatian terhadap kesejahteraan guru, dai, serta anak-anak yatim disebut sebagai prioritas yang harus terus diperjuangkan.

Sebagai tindak lanjut komitmen tersebut, Al Washliyah mengumumkan kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melalui penandatanganan nota kesepahaman untuk menjalankan program peningkatan kesejahteraan guru dan dai, khususnya yang bertugas di daerah pedesaan. Program tersebut diharapkan berkembang menjadi gerakan nasional yang mampu memperkuat peran pendidik dan pendakwah di berbagai wilayah Indonesia.

Menutup pidatonya, Ketua Umum PB Al Washliyah mengajak seluruh elemen organisasi menjaga semangat persatuan antarlembaga dan organisasi Islam. Ia menegaskan bahwa sejak berdiri pada 1930, Al Washliyah membawa semangat menyambung persaudaraan dan mempererat ukhuwah sebagai fondasi membangun bangsa yang maju, religius, dan berkeadilan.

“Mari kita bersatu untuk kemajuan negeri ini. Amanah memimpin bukanlah perebutan kekuasaan, melainkan tanggung jawab untuk menghadirkan manfaat sebesar-besarnya bagi umat, bangsa, dan negara,” tegasnya.

Jika diinginkan, saya juga dapat membuat versi �⁠siaran pers resmi yang lebih formal atau versi �⁠berita media nasional sepanjang 700–900 kata dengan gaya seperti Antara, Kompas, atau Media Indonesia.(f/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!