Jawa Timur Turunkan 60 Atlet di Kejurnas Woodball 2026, Fokus Pembinaan dan Perluasan Regenerasi

JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Kontingen Jawa Timur menjadi salah satu kekuatan terbesar dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball 2026 dengan menurunkan 60 atlet yang didampingi tiga pelatih dan empat ofisial. Keikutsertaan tersebut menjadi bukti keseriusan Jawa Timur dalam membangun pembinaan olahraga woodball secara berjenjang, mulai dari kelompok usia dini hingga kategori senior.

Sekretaris Umum Pengurus Provinsi Woodball Jawa Timur, Dr. Nurul Hidayati, S.Pd., M.Pd., mengatakan seluruh atlet yang diberangkatkan merupakan hasil seleksi ketat yang diawali melalui Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) pada April, kemudian dilanjutkan dengan Jatim Open pada Mei yang diikuti sembilan provinsi dan ratusan peserta dari berbagai klub.

“Dari hasil Kejurprov dan Jatim Open, kami melakukan pemusatan latihan untuk memilih atlet terbaik di setiap kategori, mulai U-12, U-15, U-18 hingga senior prestasi,” ujar Nurul di sela Kejurnas Woodball 2026 di Jakarta.

Meski membawa kontingen besar, Jawa Timur belum memasang target perolehan medali. Menurut Nurul, Kejurnas kali ini lebih difokuskan sebagai ajang mengukur kemampuan atlet sekaligus mengevaluasi hasil pembinaan yang telah dilakukan selama beberapa tahun terakhir.

“Kami ingin melihat sejauh mana kekuatan atlet-atlet yang telah kami bina. Prioritas kami saat ini adalah pembinaan dan pengembangan prestasi secara berkelanjutan,” katanya.

Nurul menjelaskan perkembangan woodball di Jawa Timur menunjukkan kemajuan signifikan. Jika pada awal pembinaan hanya lima kabupaten/kota yang aktif mengembangkan olahraga tersebut, kini jumlahnya telah meningkat menjadi 28 kabupaten/kota dengan pembinaan yang menyasar pelajar SD, SMP, SMA hingga atlet senior.

Untuk memperluas penyebaran woodball, Pengprov Jawa Timur secara aktif melakukan sosialisasi ke berbagai daerah sekaligus memberikan bantuan minimal satu set peralatan kepada setiap kabupaten/kota agar pembinaan dapat berjalan lebih optimal.

“Olahraga ini sangat baik untuk membentuk karakter karena mengajarkan sportivitas, saling menghormati, dan bisa dimainkan oleh semua usia,” jelasnya.

Sebagai mantan atlet nasional cabang olahraga hoki, Nurul menilai woodball memiliki prospek besar untuk berkembang sebagai olahraga prestasi maupun olahraga masyarakat. Dukungan dari KONI Jawa Timur, pemerintah daerah, hingga rencana masuknya woodball dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) semakin memperkuat optimisme tersebut.

Meski demikian, tantangan masih dihadapi, terutama terkait fasilitas latihan. Hingga kini Jawa Timur belum memiliki lapangan woodball permanen sehingga latihan masih memanfaatkan lapangan sepak bola di berbagai daerah. Untuk pemusatan latihan menjelang Kejurnas, para atlet dikumpulkan di Sidoarjo karena lokasinya dinilai strategis dan mudah dijangkau atlet dari seluruh penjuru Jawa Timur.

Nurul berharap Kejurnas Woodball 2026 menjadi momentum untuk semakin mengukuhkan eksistensi cabang olahraga tersebut di tingkat nasional. Ia juga berharap woodball terus dipertandingkan secara berjenjang sehingga pembinaan yang telah dibangun di daerah tidak terhenti.

“Kami membangun woodball dari bawah dengan perjuangan yang tidak mudah. Harapannya, olahraga ini tidak lagi dipandang sebelah mata. Kami ingin melahirkan atlet berprestasi sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih baik bagi generasi muda melalui olahraga,” pungkasnya. (f/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!