Woodball Aceh Berjuang dengan Dana Mandiri di Kejurnas, Target Perunggu Jadi Bukti Semangat Pantang Menyerah

JAKARTA,MEDIAKOTA.COM,–
Semangat pantang menyerah ditunjukkan kontingen Woodball Aceh dalam menghadapi Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Woodball. Meski hanya menjalani pemusatan latihan selama satu bulan dan berangkat dengan biaya mandiri, tim tetap optimistis mampu memberikan hasil terbaik.

Ketua Pengprov Woodball Aceh, Rakhmawansyah Wahfar, mengatakan pembinaan atlet di Aceh terus berjalan secara berkelanjutan sejak provinsi tersebut menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON). Saat itu, cabang olahraga woodball berhasil menyumbangkan dua medali emas.

“Setelah PON, pembinaan tetap kami lakukan secara berjenjang dan berkelanjutan. Hanya saja, untuk Kejurnas kali ini persiapannya memang sangat singkat. Begitu ada pemberitahuan, kami belum mengumpulkan tim, sehingga pelatda yang dilakukan bisa dibilang pelatda kilat, hanya sekitar satu bulan sebelum diberangkatkan,” ujar Rakhmawansyah ketika diwawancara menjelang acara Kejurnas dimulai,di Jakarta (6/7) baru-baru ini.

Pada Kejurnas kali ini, Aceh mengirimkan tujuh atlet yang terdiri atas empat atlet putra dan tiga atlet putri. Dengan segala keterbatasan yang ada, Rachmawansyah menilai raihan medali perunggu sudah menjadi target yang realistis sekaligus membanggakan.

Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat Aceh belum mampu mengirim kekuatan penuh. Bahkan seluruh proses persiapan hingga keberangkatan atlet dilakukan secara mandiri tanpa dukungan pembiayaan dari KONI Aceh.

“Kami sadar dengan kondisi yang ada. Kami tidak bisa mengirim full team karena keterbatasan anggaran. Bahkan keberangkatan ke Kejurnas ini juga menggunakan biaya mandiri karena woodball belum masuk dalam binaan KONI Aceh. Cabang ini memang belum lolos ke PON, sehingga belum mendapat fasilitas pembinaan dari KONI,” jelasnya.

Rakhmawansyah juga mengakui persaingan di Kejurnas akan berlangsung ketat karena banyak daerah di Pulau Jawa yang memiliki kekuatan besar dalam cabang olahraga woodball. Meski demikian, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet Aceh untuk memberikan perlawanan terbaik.

Ia berharap seluruh atlet mampu menjaga kondisi fisik, mental, dan fokus selama pertandingan sehingga dapat tampil maksimal di setiap nomor yang diikuti.

“Mudah-mudahan mereka tetap prima, tetap fit, mentalnya kuat, dan berjuang tanpa kenal lelah. Apa pun hasilnya, kami tetap memberikan apresiasi atas perjuangan mereka yang telah berlatih dan berkorban untuk membawa nama Aceh,” tutup Rakhmawansyah.(f/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!