Soroti Sejarah Kelam Bangsa hingga Polemik Ijazah Jokowi, Politikus Senior Ajak Publik Bijak Menyikapi Informasi

Jakarta, MEDIAKOTA.COM,-
Seorang tokoh senior nasional mengajak masyarakat untuk semakin bijak dalam menyikapi perkembangan informasi dan teknologi yang terus bergerak cepat. Menurutnya, perubahan zaman telah membawa dampak besar terhadap peradaban manusia sehingga kemampuan memilah dan memilih informasi menjadi kebutuhan utama bagi seluruh masyarakat.

Dalam keterangannya, Tokoh politik dari Kalimantan Selatan Imam Suparno, mengenang berbagai peristiwa sejarah yang pernah disaksikannya secara langsung saat masih berusia muda. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari memori kolektif bangsa yang menurutnya tidak boleh dilupakan, karena menjadi pelajaran penting bagi generasi saat ini.

“Siapa yang menguasai informasi dan teknologi akan memiliki pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita memahami dan menyaring informasi tersebut dengan baik,” ujar Imam Suparno yang aekaligus ketua DPC Kab. Tabalong, Kalimantan Selatan.saat diwawancara baru-baru ini (30/5) di Jakarta.

Ia menilai perkembangan teknologi digital saat ini telah mengubah cara manusia berkomunikasi, memperoleh informasi, hingga memengaruhi proses politik dan demokrasi. Karena itu, masyarakat diminta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Menanggapi berbagai polemik yang berkembang di ruang publik, termasuk isu mengenai ijazah Presiden Joko Widodo, ia mengingatkan pentingnya menghormati proses hukum dan fakta yang telah disampaikan oleh lembaga berwenang. Menurutnya, masyarakat perlu memahami perbedaan antara istilah “identik”, “asli”, dan “otentik” secara objektif agar tidak terjebak pada perdebatan yang menyesatkan.

Pada kesempatan yang sama, ia juga menyinggung perjalanan politik nasional, termasuk dukungan yang pernah diberikan kepada Presiden Joko Widodo pada masa lalu.

Menurutnya, berbagai dinamika politik yang terjadi merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa oleh semua pihak.

Terkait Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), ia menegaskan bahwa partai tersebut lahir dari sejarah panjang perjuangan kelompok nasionalis Indonesia. Keberadaan PDIP, menurutnya, tidak dapat dilepaskan dari perjalanan politik bangsa sejak era sebelumnya yang mengakomodasi berbagai kekuatan nasionalis dalam sistem demokrasi Indonesia.

“PDIP adalah bagian dari sejarah perjuangan politik nasional. Semua elemen bangsa harus terus menjaga demokrasi dan persatuan, terlepas dari perbedaan pilihan politik,” katanya.

Ia berharap seluruh komponen bangsa dapat mengedepankan semangat persatuan dan kebangsaan, serta memanfaatkan kemajuan teknologi untuk memperkuat kualitas demokrasi dan pembangunan nasional.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya kemajuan teknologi itu sendiri, melainkan kemampuan masyarakat dalam menggunakan teknologi secara bertanggung jawab demi kepentingan bangsa dan negara.(f/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!