JAKARTA, MEDIAKOTA.COM — Universitas Trisakti mulai memanaskan mesin kolaborasi global melalui Pre-Meeting Daejeon–Jakarta Global Capstone Design Competition. Pertemuan yang digelar Jumat (18/9) di Gedung M Lantai 12 Universitas Trisakti itu menjadi titik awal bagi peserta dari Indonesia dan Korea Selatan untuk membangun jejaring, menyatukan gagasan, sekaligus merancang kolaborasi menghadapi kompetisi global pada November mendatang.
Kegiatan dibuka Wakil Rektor IV Universitas Trisakti, Prof. Dr. drg. Tri Erri Astoeti, M.Kes., FISDPH., FISPD. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kompetisi tersebut bukan sekadar arena adu kreativitas, melainkan ruang untuk menggabungkan pengetahuan, pengalaman, dan perspektif berbeda guna melahirkan solusi atas persoalan nyata di masyarakat.

Semangat learning together dan creating solutions together, kata Tri Erri, menjadi fondasi penting dalam membangun kolaborasi lintas institusi dan negara.
Menurutnya, pendekatan kolaboratif akan membuka perspektif baru bagi peserta sekaligus mendorong lahirnya gagasan inovatif yang relevan dengan tantangan masyarakat.
Tema kompetisi dinilai memiliki keterkaitan kuat dengan persoalan yang dihadapi Jakarta. Mulai dari transportasi, polusi udara, banjir hingga berbagai persoalan lingkungan menjadi tantangan yang membutuhkan gagasan kreatif dan kerja sama lintas disiplin.
“Dengan kegiatan ini, kami berharap dapat memperoleh berbagai masukan dan gagasan terbaik dari 23 tim yang akan berpartisipasi dalam kompetisi yang akan diselenggarakan pada November mendatang,” ujar Tri Erri.

Sementara itu, Prof. Byun Hyun Jin dari Daejeon Campus of Korea Polytechnic menilai pertemuan tersebut menjadi fondasi awal untuk membangun kemitraan yang berkelanjutan antara kedua institusi.
Ia berharap kolaborasi yang dibangun tidak berhenti pada kompetisi, tetapi berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat lebih luas bagi institusi maupun generasi muda Indonesia dan Korea Selatan.
“Pertemuan kali ini merupakan langkah awal yang penting dalam membangun kerja sama yang sukses. Melalui pertemuan ini, saya berharap kita dapat membangun visi bersama yang berkelanjutan,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan oleh Jung Wonseuk dari GENICOM Co., Ltd., yang dimoderatori Dr. Amalia Zuhra, S.H., LL.M., Ph.D.
Agenda kemudian memasuki tiga sesi utama, yakni Participant Introduction, Matchmaking Session, dan Discussion. Peserta diberi ruang untuk memperkenalkan diri dan institusi masing-masing, mencari mitra yang sesuai, serta membahas ide dan peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan dalam kompetisi.
Sesi matchmaking menjadi bagian penting karena peserta didorong membentuk tim lintas negara.
Kompetensi, pengalaman, dan perspektif yang berbeda dipertemukan untuk menghasilkan gagasan yang lebih komprehensif dalam menjawab persoalan yang diangkat dalam kompetisi.
Melalui Pre-Meeting tersebut, Universitas Trisakti tidak hanya mempersiapkan mahasiswa menghadapi kompetisi pada November mendatang, tetapi juga memperluas jejaring akademik internasional.
Kolaborasi Indonesia–Korea ini sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah kreativitas, kemampuan bekerja lintas budaya dan disiplin, serta membangun perspektif global dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan masyarakat.
Bagi Universitas Trisakti, langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan kolaborasi pendidikan dan inovasi lintas negara—sekaligus upaya menyiapkan generasi muda agar mampu membawa gagasan dari ruang akademik menuju solusi yang relevan bagi persoalan dunia nyata.
(f/red)












