Jakarta, MEDIAKOTA.COM,-
Badan Pengurus Harian Yayasan Aksa Mahmud, Asrul Hidayat, S.T., M.T., menegaskan bahwa perguruan tinggi swasta (PTS) membutuhkan perubahan paradigma tata kelola agar mampu menjawab tantangan dunia pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. Hal tersebut disampaikannya dalam gelaran Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (ABP-PTSI).
Menurut Asrul, yayasan penyelenggara pendidikan tidak dapat lagi menjalankan peran secara pasif dengan menyerahkan sepenuhnya arah pengembangan kampus kepada rektor. Sebagai pemilik institusi, yayasan harus menjadi penentu visi strategis yang kemudian diterjemahkan dan dieksekusi oleh pimpinan perguruan tinggi.
“Dengan paradigma baru, yayasan harus lebih aktif. Bagaimanapun, yayasan adalah pemilik yang memiliki visi utama mengenai arah perkembangan perguruan tinggi tersebut,” ujar Asrul.
Ia menjelaskan, pembagian peran yang jelas antara yayasan sebagai penyusun arah kebijakan dan rektor sebagai pelaksana operasional akan menciptakan tata kelola perguruan tinggi yang lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing.
Asrul juga memaparkan perkembangan institusi pendidikan yang berada di bawah Yayasan Aksa Mahmud, yakni Universitas Bosowa dan Politeknik Bosowa di Makassar. Saat ini Universitas Bosowa telah masuk dalam jajaran tiga besar perguruan tinggi swasta terbaik di Kota Makassar.
Universitas Bosowa kini memiliki sekitar 17.000 mahasiswa aktif, didukung 10 fakultas dengan 42 program studi, serta menyelenggarakan delapan program Magister (S2) dan tiga program Doktor (S3). Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, minat masyarakat untuk berkuliah di Universitas Bosowa justru terus meningkat karena biaya pendidikan yang tetap terjangkau dengan kualitas layanan yang terus ditingkatkan.
Salah satu program studi yang mengalami lonjakan peminat adalah Pertambangan dan Kebumian. Tingginya minat tersebut dipengaruhi oleh pesatnya perkembangan industri pertambangan nikel di Sulawesi, khususnya dari wilayah lingkar tambang seperti Konawe. Banyak lulusan SMA dari daerah tersebut memilih melanjutkan pendidikan di Universitas Bosowa untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional di sektor pertambangan.
Meski demikian, hingga saat ini program Magister Pertambangan masih belum tersedia.
Di sisi lain, Asrul mengakui bahwa persaingan antara PTS dan perguruan tinggi negeri masih menjadi tantangan besar. Ia mengibaratkan sistem penerimaan mahasiswa baru di PTN sebagai “pukat harimau” yang menyerap calon mahasiswa dalam jumlah besar sehingga mempersempit ruang bagi PTS.
Karena itu, ABP-PTSI terus melakukan advokasi kepada DPR agar masa penerimaan mahasiswa baru PTN dibatasi. Menurutnya, kebijakan tersebut mulai memberikan dampak positif. Jika sebelumnya PTN masih membuka penerimaan hingga September, tahun lalu batas waktunya dipercepat menjadi 15 Agustus, dan pada tahun ini dibatasi hanya sampai akhir Juli.
Langkah tersebut dinilai memberikan kesempatan yang lebih adil bagi PTS untuk menjaring calon mahasiswa.
Selain menghadapi persaingan dengan PTN, PTS juga dihadapkan pada fenomena perang harga hingga praktik black campaign antarperguruan tinggi swasta. Asrul menyebut pemerintah melalui Komisi X DPR mulai memberikan sinyal akan menyusun regulasi mengenai rentang biaya pendidikan agar tercipta persaingan yang lebih sehat.
Meski demikian, Yayasan Aksa Mahmud memilih fokus pada peningkatan kualitas pendidikan sebagai strategi utama menghadapi kompetisi. Menurutnya, selama mutu pendidikan yang diberikan sebanding dengan biaya yang dibayarkan masyarakat, kepercayaan publik akan tetap terjaga.
Menutup keterangannya, Asrul berharap Munas ABP-PTSI mampu memperkuat soliditas seluruh badan penyelenggara perguruan tinggi swasta di Indonesia. Ia menegaskan, siapa pun yang nantinya dipercaya memimpin organisasi, baik melanjutkan kepemimpinan Prof. Dr. Thomas maupun figur baru, diharapkan tetap konsisten memperjuangkan kepentingan seluruh PTS agar semakin maju, berkualitas, dan mampu menjadi pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.(f/red)












