Manggar, Belitung Timur – Pada hari Senin tanggal 14 September 2026 pukul 07.00 wib, bertempat di SPBU Padang Kecamatan Manggar telah dilaksanakan peninjauan langsung ke lapangan terkait tindak lanjut permasalahan BBM di Wilayah Kabupaten Belitung Timur.
Kehadiran sosok berbaju loreng di tengah hiruk-pikuk antrean kendaraan dalam peninjauan tersebut langsung menarik perhatian warga. Danyonif TP 845/Ksatria Satam Belitung Letkol Inf Barlian Prabowo, S.H., M.H., M.Han., turun langsung mengawal jalannya peninjauan lapangan terkait sengkarut distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ini bersama jajaran Forkopimda.
Langkah taktis ini diambil TNI Angkatan Darat sebagai bentuk komitmen sinergitas dalam mendukung Pemerintah Daerah dan Kepolisian guna menjaga stabilitas wilayah dari potensi konflik sosial akibat kelangkaan energi.
Letkol Inf Barlian Prabowo menegaskan bahwa kehadiran personel Yonif TP 845/KS adalah untuk memastikan negara hadir dalam melindungi hak masyarakat, terutama para pengguna BBM bersubsidi. Isu BBM bukan lagi sekadar masalah antrean kendaraan, melainkan telah menjadi faktor krusial yang berdampak langsung pada ketahanan pangan dan kondusivitas wilayah.
“Tugas kami adalah memastikan stabilitas dan memberikan rasa aman bagi masyarakat Belitung Timur. Kami siap mendukung penuh kepolisian dan pemerintah daerah dalam mengawal jalur distribusi energi ini agar tepat sasaran dan bebas dari praktik penyalahgunaan,” ujar perwira pimpinan korps berlambang Ksatria Satam tersebut di lokasi.
Di lapangan, Letkol Inf Barlian Prabowo tampak berkoordinasi intensif dengan Bupati Beltim Kamarudin Muten dan Kapolres Beltim, AKBP Dr. Husni Thamrin. Fokus utama Danyonif adalah memetakan potensi kerawanan gesekan di area publik serta memastikan personel pengamanan gabungan siap mengantisipasi segala bentuk gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Keterlibatan aktif Yonif TP 845/KS dalam monitoring lapangan ini mengirimkan pesan kuat kepada para spekulan dan oknum nakal yang mencoba bermain dengan BBM bersubsidi. Dengan pengawalan berlapis dari unsur TNI, Polri, dan Satpol PP, rantai pasok energi di Belitung Timur kini berada di bawah pengawasan ketat.
Langkah konkret ini diharapkan mampu mengurai antrean panjang yang selama ini mengular di SPBU, sekaligus menutup celah bagi pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan pribadi di atas kesulitan masyarakat. Melalui penguatan pengamanan dan koordinasi berkala, Yonif TP 845/KS berkomitmen menjaga agar seluruh rangkaian penataan distribusi BBM di Belitung Timur berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif.












