Rahadi Fitriyadi Umar Terpilih Aklamasi, SPI Kapuas Hulu Tegaskan Perjuangan Reforma Agraria, Koperasi Petani dan Kedaulatan Pangan

KAPUAS HULU MEDIAKOTA.Com 9 Agustus 2026 — Musyawarah Cabang (Muscab) Perdana Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Kapuas Hulu menetapkan Rahadi Fitriyadi Umar sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) SPI Kabupaten Kapuas Hulu secara aklamasi.

Muscab yang diikuti perwakilan dari lima basis yang menjadi tonggak terbentuknya kepengurusan definitif SPI Kabupaten Kapuas Hulu sekaligus memperkuat konsolidasi perjuangan petani untuk reforma agraria sejati, kedaulatan pangan, koperasi petani, agroekologi dan penguatan organisasi hingga tingkat basis.

Pembukaan Muscab dihadiri secara daring oleh Ali Fahmi, Wakil Ketua Umum DPP SPI Bidang Organisasi, Keanggotaan, Ekonomi, dan Koperasi.

Ia menegaskan bahwa proses menuju Muscab Kapuas Hulu merupakan perjalanan panjang yang diisi dengan advokasi konflik agraria, perjuangan hak atas tanah, penguatan organisasi, perluasan basis, serta pembangunan Koperasi Petani Indonesia dari tingkat basis hingga kabupaten.

Persidangan Muscab dipimpin Zulkarnaen Jais, Ketua DPW SPI Kalimantan Barat. Ia menekankan pentingnya kaderisasi, persatuan, disiplin organisasi, dan keberanian petani memperjuangkan hak-haknya melalui organisasi.

Menurut Zulkarnaen, Kapuas Hulu menghadapi berbagai persoalan agraria termasuk konflik perkebunan kelapa sawit, salah satunya yang berkaitan dengan PT. Batu Rizal Perkasa (BRP), serta berkembangnya perdagangan karbon agar tidak menghilangkan ruang hidup dan sumber penghidupan masyarakat adat ataupun petani.

Dalam pidato politiknya setelah terpilih, Rahadi Fitriyadi Umar menegaskan bahwa persoalan tanah merupakan salah satu akar ketimpangan yang dihadapi petani.

“Tanah yang kita garap harus menjadi milik kita secara sah. Tidak boleh ada lagi tanah rakyat yang diambil alih korporasi dengan alasan apa pun.”

Rahadi menegaskan, SPI Kapuas Hulu akan memperjuangkan reforma agraria yang memberikan kepastian hak atas tanah kepada petani serta menempatkan petani sebagai subjek utama pembangunan.

Ia juga menyerukan pembangunan koperasi petani yang kuat, demokratis, dan berpihak kepada petani.

“Kita harus mampu mengelola, memproses, dan memasarkan hasil pertanian kita sendiri.”

Menurutnya, kedaulatan pangan harus dimulai dari desa dengan memastikan petani memiliki akses yang adil terhadap tanah, benih, sarana produksi, modal, pengetahuan, dan pasar.

Rahadi juga menegaskan bahwa perjuangan petani harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Hutan, tanah, dan Sungai Kapuas merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga, bukan dikorbankan atas nama pembangunan.

“Kita berjuang untuk kesejahteraan tanpa merusak warisan alam bagi anak cucu kita.”

Untuk itu, ia menargetkan penguatan organisasi dari tingkat desa, dusun, hingga kabupaten.

“Tidak ada petani yang berjuang sendirian. Setiap desa dan setiap dusun harus memiliki kekuatan bersatu. Saya tidak akan menjadi ketua di atas kalian, melainkan ketua bersama kalian. Jika kalian tertindas, saya akan berdiri di depan kalian.”

Dengan terpilihnya Rahadi Fitriyadi Umar secara aklamasi, SPI Kabupaten Kapuas Hulu akan melakukan konsolidasi organisasi dan perjuangan petani dengan agenda utama: tanah untuk rakyat, pangan untuk rakyat, koperasi untuk kesejahteraan, dan alam untuk generasi mendatang.

Rahadi menutup pidatonya dengan seruan persatuan:

“Seperti air Sungai Kapuas, jika bersatu, tidak ada yang bisa menahannya.”.

Wartawan Kab Kapuas Hulu: Suharmanto

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!