Presiden Prabowo: Persatuan Ulama dan Umara Fondasi Perdamaian dan Kebangkitan Indonesia

JAKARTA Mediakota.com-Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa persatuan antara ulama dan umara merupakan kunci utama terciptanya perdamaian, kemakmuran, dan kebangkitan bangsa Indonesia. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo dalam taklimatnya pada acara Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa serta Pengukuhan dan Ta’aruf Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Masa Khidmat 2025–2030 yang diselenggarakan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (07/02/2026).
Mengawali sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasih dan kebahagiaannya dapat hadir dalam acara tersebut di Masjid Istiqlal, yang menurutnya bukan hanya masjid kebesaran umat Islam Indonesia, tetapi juga simbol persatuan bangsa dan semangat kedaulatan nasional. Masjid Istiqlal adalah lambang semangat bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang merdeka, berdaulat, dan berdiri di atas kaki kita sendiri.
“Masjid ini adalah lambang dari semangat bangsa Indonesia untuk menjadi bangsa yang bisa melindungi segenap rakyatnya, segenap tumpah darah bangsa Indonesia,” ujar Presiden.
Presiden Prabowo menilai pengukuhan pengurus MUI menjadi momentum penting bersatunya ulama dan umara. Ia menegaskan bahwa sepanjang sejarah peradaban manusia, bangsa yang berhasil dan makmur adalah bangsa yang mampu menjaga perdamaian, dan perdamaian hanya dapat terwujud dengan persatuan para pemimpin agama dan pemerintahan.
“Kalau ulama dan umara bersatu, insyaallah bangsa kita akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang makmur,” tegasnya.
Presiden juga mengapresiasi peran MUI yang selama ini konsisten menjadi pilar stabilitas, kesejukan, dan toleransi di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia menyoroti kehadiran aktif MUI dalam berbagai situasi sulit, termasuk saat bencana alam di sejumlah daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan wilayah lainnya.
“MUI tidak pernah absen dari saat-saat negara sulit,” imbuh Presiden.
Lebih lanjut, Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu menghadapi tantangan nasional, terutama dalam upaya menghapus kemiskinan dari bumi Indonesia. Presiden menegaskan bahwa Indonesia dianugerahi kekayaan alam yang luar biasa, namun tantangan utamanya adalah keberanian dan kemampuan untuk menjaga serta mengelola kekayaan tersebut demi kepentingan rakyat.
Presiden juga menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi dan menegakkan hukum, meskipun upaya tersebut kerap menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang tidak menginginkan pemerintahan yang bersih.
“Saya telah disumpah di hadapan rakyat, saya disumpah untuk menegakkan hukum, untuk menegakkan undang-undang dasar kita, untuk menegakkan segala perundang-undangan, karena itu saya tidak akan ragu-ragu, saya tidak akan mundur setapak pun,” tegas Presiden.
Presiden menyampaikan bahwa dukungan dan persatuan ulama dan umara memberikan kekuatan moral baginya dalam menjalankan amanah sebagai Presiden Republik Indonesia. Ia meyakini bahwa dengan persatuan tersebut, keadilan dapat ditegakkan di seluruh tanah air.
(BPMI Setpres)