Peserta INACRAFT Asal Surabaya Keluhkan Kesiapan EO, Pengunjung Diminta Beli Kartu Dua Kali

JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Gelaran INACRAFT Oktober 2026 mendapat sorotan dari salah seorang peserta asal Surabaya. Persoalan bukan pada produk yang dipamerkan, melainkan pada kesiapan penyelenggara (EO) dalam mengatur akses masuk peserta pada awal pelaksanaan acara.

Seorang peserta asal Surabaya berinisial Setiawan kepada media baru-baru ini (7/10) mengungkapkan, dirinya sempat menghadapi kendala saat hendak memasuki area pameran. Ia menyebut peserta harus menunggu hingga waktu tertentu, sementara kartu peserta yang seharusnya digunakan untuk masuk justru tersedia di dalam area acara.

Situasi tersebut membuatnya harus membeli kartu sebagai pengunjung terlebih dahulu dengan biaya Rp35.000 agar dapat masuk ke area acara. Setelah berada di dalam, ia kemudian harus membeli kartu tambahan peserta dengan harga Rp135.000.

“Harus nunggu jam 10. Tapi tetap harus beli kartu sebagai pengunjung karena kartu peserta itu adanya di dalam,” ujar Setiawan.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat biaya yang dikeluarkan menjadi berlipat. Ia harus membayar Rp35.000 untuk kartu pengunjung, kemudian kembali membayar Rp135.000 untuk kartu peserta.

“Double. Beli Rp35.000, ke dalam beli lagi Rp135.000,” katanya.

Setiawan menjelaskan, kartu peserta tambahan senilai Rp135.000 tersebut berlaku hingga akhir periode kegiatan, yakni sampai Minggu. Ia mengaku membeli kartu tambahan agar ke depan tidak kembali mengalami persoalan serupa apabila ada peserta yang datang terlambat atau membutuhkan akses lebih awal.

Keluhan senada disampaikan rekannya yang menilai kesiapan EO masih perlu dibenahi. Menurutnya, peserta telah diminta melakukan persiapan lebih awal, namun ketika tiba di lokasi, mekanisme penerimaan peserta belum sepenuhnya siap.

“Terkesan kurang siap mengenai EO-nya. Kita sudah mau siap-siap, prepare, ternyata dianya belum siap,” ujarnya.

Peserta berharap penyelenggara menyediakan konter atau meja layanan khusus yang dapat menangani pengaduan dan persoalan teknis peserta secara cepat di lokasi.

Bagi peserta pameran, persoalan akses masuk bukan sekadar perkara administrasi. Ketidakjelasan mekanisme di pintu masuk berpotensi mengganggu persiapan dan aktivitas peserta yang datang membawa kepentingan bisnis serta produk untuk dipamerkan.

Setiawan, yang berasal dari Surabaya dan bekerja di perusahaan garmen, berharap evaluasi terhadap sistem registrasi dan akses peserta dapat dilakukan penyelenggara agar persoalan serupa tidak kembali terjadi pada pelaksanaan INACRAFT berikutnya. (f/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!