Perang Total Terhadap Calo, Dandim 0414/Belitung Letkol Inf Rahman Safii Tanjung Tutup Rapat Pintu Belakang Rekrutmen TNI AD

Tanjung Pandan, Belitung – Suasana khidmat menyelimuti Aula Makodim 0414/Belitung pada Kamis, 15 Oktober 2026. Di hadapan jajaran yang berdiri tegap memberikan penghormatan tertinggi, Komandan Kodim (Dandim) 0414/Belitung, Letkol Inf Rahman Safii Tanjung, secara terbuka mendeklarasikan perang total terhadap segala bentuk pelanggaran werving, istilah resmi untuk proses penerimaan prajurit TNI AD. Baik pada jalur Perwira, Bintara, maupun Tamtama.

Kegiatan penting yang turut dihadiri oleh Kasdim 0414/Belitung Mayor Cke Ihsan, Danramil Jajaran, Perwira Staf, serta seluruh Anggota dan PNS Kodim 0414/Belitung. Langkah tegas ini diambil dengan maksud memberikan penekanan langsung kepada seluruh personel tanpa terkecuali agar terhindar dari lingkaran hitam manipulasi rekrutmen.

Tujuan utamanya sangat jelas, yaitu menjaga marwah serta nama baik TNI AD sekaligus memastikan institusi Kodim 0414/Belitung tetap bersih dan tepercaya di mata masyarakat.

Dandim Letkol Inf Rahman Safii Tanjung menegaskan bahwa werving adalah marwah TNI AD yang wajib dijaga dengan taruhan kehormatan, sehingga setiap pemuda-pemudi terbaik dari Pulau Belitung memiliki hak yang sama untuk berkompetisi secara adil.

Dalam instruksinya, Dandim Letkol Inf Rahman Safii Tanjung membedah secara rinci 5 (lima) bentuk pelanggaran werving konvensional yang harus dihindari oleh seluruh jajaran yang hadir,

1. mulai dari aksi calo atau makelar yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan uang.

2. Praktik pungli berkedok uang pendaftaran atau transportasi.

3. pemalsuan dokumen seperti manipulasi ijazah dan tinggi badan.

4. Intervensi bekingan jalur khusus.

5. Hingga perantara oknum yang mengaku memiliki relasi di Ajendam maupun Rindam.

Dandim Letkol Inf Rahman Safii Tanjung juga mengingatkan jajarannya untuk sangat mewaspadai berbagai modus baru yang marak terjadi sepanjang tahun 2025 hingga 2026.

Modus-modus tersebut meliputi penipuan via pesan singkat WhatsApp yang mencatut kalimat “Saya orang dekat Dandim”, kemunculan akun-akun media sosial palsu yang mengatasnamakan Kodim 0414, kedok bimbingan belajar (bimbel) siluman yang menjanjikan jaminan kelulusan dengan biaya tertentu, hingga rayuan dari orang tua calon pendaftar sendiri yang mencoba memberikan “uang rokok” demi meloloskan anaknya.

Dandim mengingatkan bahwa semua modus tersebut adalah penipuan murni yang tidak akan pernah mengubah hasil seleksi, karena penentu utama kelulusan hanyalah kemampuan murni dari sang calon prajurit itu sendiri melalui prinsip rekrutmen yang gratis, transparan, objektif, dan bersih. Peran Kodim 0414/Belitung ditegaskan berada di garda terdepan sebagai fasilitator sosialisasi, pembinaan, dan pengarahan yang jujur bagi masyarakat.

Menyikapi segala potensi kecurangan tersebut, dikeluarkan lima larangan keras yang tidak memiliki celah toleransi bagi seluruh prajurit dan PNS yang hadir, yaitu dilarang keras menjadi calo, dilarang meminta atau menerima uang dalam bentuk apa pun, dilarang membawa nama pejabat mulai dari Dandim, Pangdam, hingga Kasad, dilarang memalsuan dokumen pendaftaran, serta dilarang mengintervensi panitia seleksi.

Dandim memastikan tidak akan ragu-ragu untuk menjatuhkan konsekuensi hukum yang sangat fatal bagi siapa saja yang nekat melanggar, sebab mereka akan langsung dihadapkan pada jerat Pidana Militer, sanksi dinas administratif berupa pemecatan atau penundaan pangkat, hancurnya dampak karier dan reputasi, serta beban moral mendalam akibat nama baik keluarga maupun satuan yang ikut tercoreng.

Sebagai gantinya, seluruh prajurit diperintahkan untuk fokus pada tindakan yang diperbolehkan dan bernilai positif, seperti menggencarkan sosialisasi informasi penerimaan yang benar, memfasilitasi pembinaan fisik (lari, push-up, pull-up, dan renang) secara cuma-cuma, menanamkan pembinaan mental ideologi Pancasila, mengarahkan proses registrasi ke portal resmi di http://rekrutmen-tni.mil.id, serta memasang spanduk kampanye anti-calo.

Guna memastikan instruksi ini berjalan masif hingga ke tingkat desa, para Danramil dan Babinsa di bawah nakhoda Kodim 0414/Belitung kini mengemban tugas krusial untuk mendata dan membina pemuda potensial secara terbuka dan proporsional. Babinsa diwajibkan memfasilitasi latihan fisik sore hari di lapangan desa secara gratis, memasang spanduk edukasi di balai desa, memberikan pemahaman kepada para orang tua bahwa masuk TNI tidak dipungut biaya sepeser pun, serta segera melaporkan jika menemukan adanya indikasi pihak asing maupun oknum yang mengatasnamakan Kodim kepada Pasi Intel Kodim 0414/Belitung.

Dan guna menutup ruang gerak para penipu, Kodim juga membuka Hotline Pengaduan resmi melalui nomor WhatsApp Dandim dan Pasi Intel bagi warga yang menemukan adanya oknum pemeras.

Kegiatan Jam Komandan ini ditutup secara khidmat dengan pengucapan Ikrar Prajurit Kodim 0414/Belitung yang digaungkan bersama-sama oleh seluruh perwira, anggota, dan PNS, menyatakan penolakan mutlak terhadap pelanggaran werving demi menjaga nama baik anak dan istri di rumah, serta mewujudkan prajurit yang tegak, tegap, berani, dan berintegritas tinggi demi masa depan TNI Angkatan Darat yang jaya. Bersih, transparan, dan terhormat kini menjadi harga mati yang tidak bisa diganggu gugat di Bumi Belitung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!