Sumenep, Mediakota.com – Komitmen dan dedikasi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep, Anwar Syafroni Yusuf, patut diacungi jempol. Sosok pejabat publik ini dikenal luas sebagai figur yang tidak kenal lelah mengabdikan diri kepada negara demi kemajuan masyarakat.

Kerja kerasnya terbukti nyata dalam upaya memajukan Kabupaten Sumenep, khususnya di sektor pembangunan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di tingkat desa.

Sebagai manifestasi dari semangat tersebut, pada Rabu menjelang Kamis dini hari, 6 November 2025, sebanyak 190 anggota Paguyuban Kepala Desa Indonesia (PKDI) Sumenep secara resmi diberangkatkan oleh Kepala Dinas PMD Anwar Syafroni Yusuf untuk mengikuti kegiatan studi tur ke Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Pelepasan sebanyak 190 Kades dari berbagai desa di kab.Sumenep telah diberangkatkan Rabu menjelang Kamis 6/11/25 Dini Hari oleh Kepala Dinas PMD Anwar Syafroni Yusuf ke IKN guna memperluas pengalaman baru untuk memperkuat dan memperluas pengalaman juga memantapkan keyakinan mereka sebagai modal tambahan untuk membangun desanya masing-masing,” tegasnya.

Langkah strategis ini mencerminkan visi kepemimpinan Anwar Syafroni Yusuf dalam mendorong Kepala Desa agar memiliki wawasan yang lebih luas. Pengalaman di IKN diharapkan menjadi pencerahan dan motivasi bagi para Kepala Desa untuk menerapkan inovasi dan praktik terbaik demi kemajuan desa mereka.

Di tempat terpisah, Rasyif Nadyin, seorang aktivis pemerhati kebijakan, memberikan pemahaman mendalam terkait pentingnya kegiatan ini. Meskipun diakui memerlukan biaya yang signifikan dari setiap peserta, studi tur ini dinilai sebagai cara yang strategis untuk memicu rangsangan positif dan meningkatkan kualitas SDM.

“Memang Hal tersebut tidak gratis, setiap PKDI harus mengeluarkan kocek yang sangat tinggi untuk bisa ikut ke IKN, namun ini adalah cara yang strategis untuk memberi rangsangan melalui study tour yang akan meningkatkan sumber daya manusianya dulu dengan kesadaran bahwa ada banyak desa di luar sana yang maju melalui cara dan usaha-usahanya yang dikerjakan dengan ketekunan dan semangat yang tinggi. Inilah pentingnya sebuah study tour, Kepala Desa/PKDI bisa menggali ilmu dan bertukar pendapat untuk menambah wawasan dan pengalaman baru untuk mendapat suatu pencerahan yang tidak dimiliki oleh Kepala Desa Sumenep,” tegas Rasyif.

Rasyif menambahkan bahwa keberhasilan sebuah desa pada akhirnya kembali kepada individu Kepala Desa. Desa yang berpotensi besar, dengan ketahanan pangan yang andal dan koperasi yang diprediksi berkembang pesat, tidak akan maju jika Kepala Desanya tidak memiliki kemauan untuk mengolahnya, malas menerima masukan, dan enggan bekerja keras.

Lebih lanjut, Rasyif menyoroti pandangan terhadap sebagian Kepala Desa yang memilih absen dari studi tur karena alasan finansial. Menurutnya, hal ini mengindikasikan bahwa mereka hanya ingin menjadi Kepala Desa, namun tidak memiliki keinginan kuat agar desa mereka menjadi sukses.

“Padahal nenek moyang kita sudah memberi contoh yang konkret bahwa kesuksesan tidak dilalui dengan cara yang mudah, namun kadang kala sukses itu juga harus melalui duka dan air mata, itulah yang disebut kesadaran akan pengabdian kepada masyarakat yang sudah memberi kepercayaan penuh berharap agar bisa memajukan dan menyejahterakan masyarakatnya yang sudah memilihnya,” tutup Rasyif.

Inisiatif yang dipimpin oleh Anwar Syafroni Yusuf ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam membuka cakrawala baru bagi para pemimpin di tingkat desa. Hal ini selaras dengan upaya pengabdian beliau yang tulus demi tercapainya Sumenep yang lebih maju dan sejahtera.

(R. M Hendra)

By Liputan