Bekasi, Mediakota.com —
Suasana ruang pelayanan pajak di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi setiap harinya selalu ramai oleh masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai keperluan administrasi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Di tengah kesibukan itu, ada satu sosok yang mencuri perhatian karena keramahannya melayani warga — dia adalah SIP, salah seorang petugas pelayanan konsultasi perpajakan.

Setiap hari, Ompin melayani masyarakat yang datang dengan beragam keperluan, mulai dari pengajuan Nomor Objek Pajak (NOP) baru, mutasi, hingga klarifikasi data. Tak jarang, ia harus menjelaskan hal yang sama berkali-kali kepada wajib pajak yang kesulitan memahami aturan. Namun, dengan wajah tenang dan tutur kata sopan, semua dilayani dengan sabar.

“Namanya juga pelayanan publik, kita harus siap menghadapi berbagai karakter masyarakat. Ada yang cepat paham, ada juga yang butuh dijelaskan pelan-pelan. Kuncinya sabar dan senyum,” ujarnya dengan nada bersahaja.

Keramahan dan kesopana Ompin bukan hanya dirasakan oleh wajib pajak, tapi juga oleh rekan-rekan kerjanya di lingkungan Bapenda Kabupaten Bekasi. Tak heran, dirinya sering dijadikan contoh bagi petugas lain dalam menerapkan pelayanan prima berbasis empati.

Sejumlah warga yang ditemui pun mengaku senang dengan pelayanan di Bapenda.
“Kalau semua petugasnya kayak Pak Ompin ini, urusan pajak jadi nggak tegang. Dijelasin pelan-pelan, jadi kita ngerti,” kata Hendra, warga Cibitung yang tengah mengurus mutasi PBB.

Bapenda Kabupaten Bekasi sendiri terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik melalui pendekatan humanis. Upaya ini sejalan dengan komitmen Pemkab Bekasi dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Dengan dedikasi seperti yang ditunjukkan Ompin , wajah pelayanan publik di Kabupaten Bekasi tampak semakin ramah dan profesional. Sebuah teladan kecil, namun berdampak besar bagi citra birokrasi daerah. (Amirsa)

By Liputan