Pasca Insiden Jatuh nya Helikopter PK-CFX di Nanga Taman, Masyarakat Gelar Ritual Adat

SEKADAU mediakota.com– Pasca musibah kecelakaan udara helikopter jenis Airbus Helicopter H-130 (tipe H-130T2) dengan nomor registrasi PK-CFX di wilayah Kecamatan Nanga Taman, masyarakat Dayak Taman menggelar Upacara Adat Mudas Buang Pamali Kampong sebagai bentuk kearifan lokal untuk membersihkan kampung dari pengaruh buruk, menolak bala, serta memulihkan keseimbangan kehidupan sosial dan spiritual.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (24/4/2026) di halaman Gereja RT 9 Kampung Hulu Peniti, Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama diwakili Kanit Turjagwali Satlantas Polres Sekadau IPDA Alexander Aldo turut menghadiri kegiatan bersama unsur Forkopimda, Forkopimcam, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan sejumlah instansi dan perusahaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Bupati Sekadau Aron, perwakilan Dandim 1204/Sanggau, pimpinan DPRD Kabupaten Sekadau, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Pontianak, Koordinator Pos SAR Sintang, BPBD Kabupaten Sekadau, Dewan Adat Dayak Kabupaten Sekadau, Forkopimcam Nanga Taman, serta manajemen PT Citra Mahkota dan sejumlah pihak terkait lainnya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Camat Nanga Taman, sambutan pimpinan PT Citra Mahkota Kabupaten Melawi, sambutan Bupati Sekadau sekaligus penyerahan piagam penghargaan kepada Kepala Desa, kemudian dilanjutkan prosesi ritual adat Mudas Buang Pamali Kampong Dayak Taman.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasi Humas AKP Triyono menjelaskan, upacara adat tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya lokal sekaligus refleksi kebersamaan masyarakat dalam menghadapi musibah.

“Ritual adat ini menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Dayak Taman untuk membersihkan kampung dari pamali atau hal-hal buruk yang diyakini muncul akibat suatu musibah, sekaligus sebagai bentuk doa bersama agar masyarakat terhindar dari marabahaya di masa mendatang,” ujar AKP Triyono.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan memulihkan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, sesama manusia, serta dengan alam sekitar.

Selain itu, upacara adat ini menjadi momentum mempererat solidaritas sosial antarwarga serta menjaga kelestarian adat dan budaya masyarakat Dayak Taman agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Polri menghormati nilai-nilai adat dan budaya masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat kebersamaan, serta mendukung pemulihan situasi pasca terjadinya musibah,” pungkas AKP Triyono.

(Hasnan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *