Pamerkan Batik Motif Khas Port Numbay, IKM Jayapura Bidik Pasar Nasional hingga Internasional

JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Pemerintah Kota Jayapura terus mendorong industri kecil dan menengah (IKM) agar tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu berkembang hingga menembus pasar nasional dan internasional.

Komitmen tersebut terlihat dalam keikutsertaan Dekranasda Kota Jayapura pada pameran Kriya Nusa 2026 yang berlangsung 26–30 September 2026. Dalam ajang tersebut, Kota Jayapura menampilkan beragam produk kerajinan yang mengangkat identitas budaya dan kekayaan alam Papua.

Kepala Bidang, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM), Kota Jayapura, Dr. Achmad N. Saichul, M.ST., M.M, ketika diwawancara di stand expo Kriya Nusa 2026 baru-baru ini (27/9) mengatakan, produk yang ditampilkan antara lain aksesori dengan ornamen khas Papua, mahkota, serta batik dengan motif khas Kota Jayapura atau Port Numbay.

Motif yang ditampilkan tidak sekadar menjadi ornamen, tetapi memiliki keterkaitan dengan identitas masyarakat adat di Kota Jayapura.

“Di Kota Jayapura ada 10 kampung adat dan 12 ondoafi. Dari 12 ondoafi itu memiliki motif dan corak masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, karakter motif juga menggambarkan lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat. Motif pinang dan tifa, misalnya, merepresentasikan unsur daratan. Sementara kerang, ikan, penyu dan berbagai motif lainnya menggambarkan kekayaan wilayah laut.

Salah satu motif yang turut ditonjolkan adalah Srobu, yang mengambil nama Gunung Srobu di Kota Jayapura. Kawasan tersebut memiliki peninggalan relief megalitikum yang menjadi bagian dari kekayaan budaya setempat.

“Yang kita tonjolkan itu batik dengan motifnya, kemudian ada mahkota, ada aksesori, termasuk Srobu,” katanya.

555 IKM Dibina

Pengembangan IKM menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kota Jayapura. Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat sekitar 555 IKM di Kota Jayapura pada 2026. Sementara jumlah pelaku UKM disebut telah mencapai sekitar 5.000 lebih dan terus bertumbuh.

Untuk mendorong pelaku usaha naik kelas, Dinas Perindagkop dan UKM Kota Jayapura menjalankan program pendampingan. Pendampingan tidak hanya menyangkut produksi, tetapi juga pembukuan, keterampilan, motivasi, pemasaran hingga pengendalian mutu.

Di bidang industri, pemerintah menargetkan pendampingan terhadap sekitar 100 IKM setiap tahun.
“Pendampingan kita mulai dari pembukuan, keterampilan, memotivasi, dan memasarkan,” ujarnya.

Setelah pendampingan, pelaku IKM juga mendapatkan bantuan berupa bahan dan peralatan produksi. Pemerintah kemudian memberikan pelatihan, termasuk terkait Gugus Kendali Mutu (GKM) untuk meningkatkan kualitas produk.

Produk yang telah melalui proses pembinaan selanjutnya didorong masuk ke berbagai ruang promosi, mulai dari pameran dan festival daerah hingga pemasaran melalui media sosial seperti Facebook, TikTok dan Instagram.

Mulai Menembus Pasar Ekspor
Upaya pembinaan tersebut mulai membuka akses pasar yang lebih luas. Sejumlah produk IKM Kota Jayapura bahkan telah menjalani proses ekspor dalam jumlah terbatas.

“Yang sudah ekspor itu minimal ada 10-an IKM, kurang lebih 10 IKM,” katanya.

Menurutnya, ekspor yang dimaksud tidak selalu dalam jumlah besar. Sejumlah produk telah dikirim ke luar negeri melalui proses ekspor meski dalam kuantitas terbatas.

Ke depan, kapasitas produksi dan kualitas menjadi perhatian penting agar IKM mampu memenuhi permintaan pasar yang lebih besar.

“Kalau kuantitasnya banyak, kualitasnya harus bagus dan sesuai SOP yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Selain pasar internasional, produk IKM Jayapura juga terus diperkenalkan ke pasar antarkabupaten dan antarprovinsi.

Permodalan Masih Jadi Tantangan
Di balik potensi tersebut, pengembangan IKM Kota Jayapura masih menghadapi sejumlah kendala. Salah satu persoalan paling utama adalah keterbatasan modal.

Pemerintah Kota Jayapura berupaya mengatasinya melalui bantuan mesin dan peralatan produksi, sekaligus membangun kerja sama dengan sektor perbankan.

Skema yang dijajaki antara lain dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) serta akses kredit lunak bagi pelaku usaha.

Sementara persoalan sumber daya manusia diatasi melalui pelatihan dan pendampingan secara berkelanjutan.

“Pendamping itu sangat kita butuhkan karena selalu mendampingi IKM yang sedang tumbuh,” katanya.

Pemerintah Kota Jayapura berharap IKM yang saat ini berada dalam tahap pertumbuhan dapat terus berkembang hingga mandiri, memperluas pasar, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Tujuan pendampingan tadi untuk meningkatkan pendapatan pelaku usaha IKM atau UMKM di Kota Jayapura,” ujarnya.

Pertumbuhan IKM juga diharapkan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas. Ketika usaha berkembang, kebutuhan tenaga kerja meningkat sehingga membuka peluang pekerjaan baru bagi masyarakat.

Dengan kekayaan motif, bahan, dan identitas budaya Papua yang kuat, produk kerajinan Kota Jayapura kini tidak hanya diposisikan sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membawa identitas Port Numbay ke pasar yang lebih luas. (f/red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!