JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,—
Dr. Hj. Syifa Fauzia, M.Arts kembali dipercaya dan terpilih kembali jabat Ketua Umum Pengurus Pusat Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) priode 2026-2031 pada Muktamar ke-X yang berlangsung baru-baru ini, bertempat di Asrama Haji Pd Gde, Jakarta Timur (24/9).
Syfa Fauzia kepada media menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas organisasi setelah mempertanggungjawabkan berbagai program yang telah dijalankan selama lima tahun terakhir.
Evaluasi tersebut mendapat dukungan dan apresiasi dari BKMT seluruh Indonesia. Capaian itu dinilai menjadi dorongan bagi jajaran pengurus pusat untuk memperkuat program organisasi pada periode mendatang.
“Alhamdulillah pertanggung-jawaban kami diterima dan mendapatkan dukungan. Ini menjadi suatu kebahagiaan buat kami dari apa yang kami kerjakan, apa yang teman-teman seluruh Indonesia kerjakan,” ujar Syfa Fauzia.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting untuk melakukan perbaikan sekaligus meningkatkan kualitas BKMT, bukan hanya di tingkat pusat, tetapi hingga seluruh wilayah Indonesia.
Salah satu agenda yang menjadi prioritas BKMT ke depan adalah mengawal generasi emas dalam lima tahun mendatang.
“Program prioritas itu mengawal generasi emas, insya Allah nanti di lima tahun mendatang,” tegasnya.
Selain penguatan program, BKMT juga masih mengejar pembentukan organisasi di sejumlah wilayah yang belum memiliki kepengurusan. Saat ini terdapat tiga provinsi di Papua yang menjadi perhatian, yakni Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Selatan.
Pembentukan BKMT di wilayah tersebut akan melihat terlebih dahulu keberadaan majelis taklim sebagai basis organisasi. Hal ini terutama menjadi perhatian di daerah yang secara demografis umat Islam merupakan kelompok minoritas.
“Kalau yang dua yang lain memang Islamnya minoritas di sana, jadi kita melihat dulu apakah ada majelis taklim di sana sehingga bisa diadakan BKMT,” jelasnya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa perluasan jaringan BKMT tidak sekadar mengejar pembentukan struktur organisasi, tetapi juga mempertimbangkan kondisi dan keberadaan komunitas majelis taklim di masing-masing daerah.
Syfa Fauzia juga menyatakan kesiapannya untuk turun langsung ke wilayah yang belum terbentuk. Hingga kini, ia mengaku telah mengunjungi 35 provinsi.
“Insya Allah, karena saya sudah pergi ke 35 provinsi. Saya justru menunggu. Mudah-mudahan jika di sana nanti ada majelis taklim, kita bisa sahkan menjadi BKMT,” ujarnya.
Ke depan, BKMT diharapkan tidak hanya semakin kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas program dan memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat melalui jaringan majelis taklim di selurih Indonesia. (f/red)












