“Hermawan Sulistyo: Kepercayaan Publik kepada Polri Harus Dijaga Lewat Prestasi, Pembinaan Atlet, dan Kedekatan dengan Masyarakat”
JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Kejuaraan Karate dalam rangka Hari Bhayangkara kembali menjadi ajang yang tidak hanya melahirkan atlet-atlet berprestasi, tetapi juga mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat.
Ketua Karate Bhayangkara Presisi, Prof. Hermawan Sulistyo ketika diwawancara baru-baru ini di GOR Nambo Sport Center, Kota Tangerang (28/5) menegaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan yang telah beberapa kali digelar ini menjadi bagian penting dari upaya membangun prestasi sekaligus memperkuat kedekatan institusi kepolisian dengan masyarakat.
Menurutnya, kualitas pertandingan tahun ini menunjukkan persaingan yang semakin ketat. Sejumlah juara bertahan hingga atlet pelatnas harus mengakui keunggulan para atlet muda yang tampil lebih siap.
“Kalau atlet berhenti berlatih, pasti akan disalip oleh yang lebih muda dan lebih siap. Karena itu hanya ada satu kunci, yaitu berlatih, berlatih, dan terus berlatih. Target untuk mencapai prestasi internasional masih sangat terbuka lebar,” ujar Hermawan Sulistyo sembari didampingi Ketua Panitia Kejuaraan Nasional Karate Piala Kapolri 2026 yang diselenggarakan di GOR Nambo Sport Center (GOR Nambo Jaya), Kota Tangerang, Kombes Pol. Dr. I Dewa Nyoman Agung Dharma Wijaya, S.H., M.H.
Ia menilai kekuatan karate Indonesia terus berkembang. Di tingkat Asia Tenggara, kemampuan atlet Indonesia kini telah sejajar dengan negara-negara kuat seperti Vietnam. Sementara di tingkat nasional, persaingan antardaerah juga semakin merata dengan munculnya Jawa Barat sebagai salah satu kekuatan baru yang mampu bersaing dengan DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sumatera Utara, serta Korps Brimob yang diperkuat banyak atlet nasional.
Dalam upaya meningkatkan kualitas karate Indonesia, PB Forki lebih mengedepankan motivasi pembinaan dibanding sekadar hadiah uang. Para atlet berprestasi akan diberi kesempatan mengikuti berbagai kejuaraan internasional sebagai bentuk penghargaan sekaligus jenjang pembinaan.
Atlet-atlet terbaik direncanakan mengikuti Thailand Open pada Agustus mendatang. Selanjutnya, atlet terpilih akan diseleksi untuk tampil pada Kejuaraan Dunia Polisi di Timur Tengah, sementara atlet kategori umum dipersiapkan mengikuti kejuaraan di Australia pada awal tahun depan.
“Anak-anak harus memiliki harapan. Setelah menjadi juara di sini, mereka punya kesempatan naik ke level yang lebih tinggi lagi melalui kejuaraan internasional,” katanya.
Pada kejuaraan kali ini, sistem pertandingan mengacu pada standar World Police and Fire Games (WPFG) sehingga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kompetisi sekaligus menyelaraskan pembinaan atlet Indonesia dengan standar internasional.
Menanggapi hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri mencapai lebih dari 84 persen, ia menilai kegiatan olahraga bersama seperti kejuaraan karate menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga bahkan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini menyatukan polisi dengan masyarakat. Antusiasmenya luar biasa karena bukan hanya untuk anggota Polri, tetapi juga terbuka bagi masyarakat umum,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Polri merupakan institusi sipil yang memiliki tugas memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Karena itu, hubungan yang harmonis antara polisi dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik.
“Kalau polisi dekat dengan masyarakat, maka kepercayaan akan terus tumbuh. Polisi dan masyarakat harus berjalan bersama membangun lingkungan yang aman, tertib, dan berprestasi,” pungkasnya.(f/red)












