Kadis PUPR Prov. Kalbar Bersama FORMAJAKON Terima Silaturahmi (GJPBS) Malaysia

PONTIANAK KALBAR MEDIAKOTA.Com, 6 Agustus 2026 – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Barat menerima langsung kunjungan GJPBS bersama Forum Masyarakat Jasa Konstruksi (Formajakon) Kalimantan Barat. Kepala Dinas PUPR menyampaikan bahwa antara Kalbar dengan Sarawak memiliki Forum kerjasama yang dikenal dengan nama SOSEK MALINDO. Jika diperlukan, maka hasil pertemuan ini dapat disampaikan kepada Sekretariat SOSEK MALINDO untuk ditindaklanjuti.

Pertemuan ini turut dihadiri oleh jajaran Pengurus Formajakon Kalbar, perwakilan INKINDO Kalimantan Barat, PERKINDO, PII (persatuan insinyur Indonesia) wilayah kalimantan barat, Forum Insinyur Indonesia (FII) Kalimantan Barat, Ikatan Alumni Teknik Sipil Universitas Tanjungpura (Untan), Ikatan Alumni Teknik Sipil UPB , Ikatan Teknik Sipil Polnep dan Forum Insinyur Muda (FIM) PII. Dalam suasana penuh keakraban, delegasi GJPBS memperkenalkan organisasi mereka sebagai wadah profesional yang menaungi para konsultan perencana dan praktisi teknik bangunan di Sarawak, Malaysia. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk membangun hubungan yang lebih erat antara komunitas jasa konstruksi Kalimantan Barat dan Sarawak, mengingat keduanya merupakan wilayah yang berbatasan langsung dan memiliki potensi kerja sama yang besar.

Selain memperkenalkan organisasi, GJPBS juga menyampaikan sosialisasi mengenai penyelenggaraan Federation of Engineering Institutions of Asia and the Pacific (FEIAP) 2026 yang akan berlangsung pada 2–4 September 2026 di Kuching, Sarawak, dengan tema “Engineering the Sustainable Transition Through Innovation and Resilience.”

Kegiatan internasional tersebut akan menghadirkan organisasi profesi, akademisi, pelaku industri, serta para insinyur dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik untuk membahas isu-isu strategis dunia keteknikan dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam paparannya, pihak GJPBS juga mengungkapkan bahwa Sarawak saat ini masih membutuhkan banyak tenaga profesional di bidang konstruksi, khususnya tenaga ahli di bidang perencanaan, pengawasan, manajemen konstruksi, dan berbagai disiplin keteknikan lainnya. Kebutuhan tersebut muncul seiring pesatnya pembangunan infrastruktur dan banyaknya proyek strategis yang sedang maupun akan dilaksanakan di Sarawak, sementara ketersediaan tenaga profesional lokal masih belum mencukupi. Oleh karena itu, GJPBS membuka peluang kolaborasi dengan berbagai organisasi profesi, perguruan tinggi, serta pelaku jasa konstruksi di Kalimantan Barat agar tenaga profesional Indonesia yang memiliki kompetensi dan sertifikasi dapat berkontribusi dalam mendukung pembangunan di Sarawak sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam sesi diskusi, para peserta juga membahas peluang peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan, seminar internasional, pertukaran pengetahuan, business matching, serta penguatan jejaring profesi antara Indonesia dan Malaysia. Diharapkan sinergi ini mampu meningkatkan daya saing tenaga konstruksi Kalimantan Barat di tingkat regional maupun internasional.

Rizky Putra

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!