KUBU RAYA MEDIAKOTA.Com— Maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Kubu Raya mulai memberikan dampak terhadap aktivitas masyarakat. Selain mengancam kesehatan akibat memburuknya kualitas udara, kondisi kabut asap juga berpotensi menekan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hal tersebut disampaikan Fazar Mu’arif, Bendahara Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya, saat melaksanakan pembagian masker kepada masyarakat pada Kamis (13/8/2026) di kawasan Jalan Angkasa Pura, Desa Arang Limbung, Kecamatan Sungai Raya.
Dalam kegiatan tersebut, Fazar bersama Pemuda Muhammadiyah membagikan masker kepada masyarakat yang beraktivitas di kawasan tersebut. Jalan Angkasa Pura menjadi salah satu lokasi yang ramai dengan aktivitas UMKM. Di kawasan itu juga terdapat anak-anak dan masyarakat yang berkumpul di sejumlah titik.
Fazar menilai kondisi kabut asap tidak boleh hanya dilihat sebagai persoalan kesehatan. Menurutnya, dampak kebakaran dan kabut asap juga dapat merembet pada kondisi ekonomi masyarakat.
”Kabut tidak hanya merusak kesehatan, juga merusak ekonomi UMKM. Ketika kabut semakin pekat, masyarakat tentu akan mengurangi aktivitas di luar rumah. Ini bisa berdampak pada pelaku UMKM yang mengandalkan pembeli secara langsung,” ujar Fazar.
Ia menambahkan, pelaku UMKM yang berjualan di ruang terbuka menjadi salah satu kelompok yang rentan terdampak. Berkurangnya aktivitas masyarakat di luar rumah dapat menyebabkan jumlah pembeli menurun, sementara para pedagang tetap harus menanggung biaya operasional sehari-hari.
Menurut Fazar, persoalan tersebut menjadi semakin penting karena kawasan Jalan Angkasa Pura tidak hanya menjadi tempat aktivitas ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang berkumpulnya anak-anak dan generasi muda.
“Di sini banyak UMKM dan anak-anak yang nongkrong. Mereka setiap hari menghirup udara yang tercemar asap. Kita tidak ingin kondisi ini dianggap biasa,” katanya.
Pembagian masker tersebut menjadi bagian dari kepedulian Pemuda Muhammadiyah Kubu Raya terhadap masyarakat yang terdampak kabut asap. Fazar berharap masyarakat semakin sadar untuk menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kondisi udara memburuk.
Ia juga mengingatkan pentingnya upaya pencegahan dan penanganan kebakaran secara serius. Menurutnya, penanganan tidak cukup hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi juga harus disertai langkah pencegahan agar kebakaran tidak terus berulang.
“Yang kita lakukan hari ini memang sederhana, yaitu membagikan masker. Tetapi harapannya ini menjadi bentuk kepedulian dan pengingat bahwa ada persoalan yang lebih besar yang harus kita hadapi bersama,” tuturnya.
Fazar berharap pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, serta seluruh pihak terkait dapat memperkuat kolaborasi dalam mencegah kebakaran di Kabupaten Kubu Raya. Sebab, dampaknya bukan hanya dirasakan oleh mereka yang mengalami gangguan kesehatan, tetapi juga oleh masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas ekonomi sehari-hari.
Rendy












