Jelang Idul Fitri, Wagub Kalbar Pastikan Stok BBM dan LPG Aman Terkendali

PONTIANAK Mediakota.com– Menjelang libur panjang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat memastikan ketersediaan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di seluruh wilayah Kalbar berada dalam kondisi aman dan tercukupi. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., bersama General Manager (GM) Pertamina Wilayah Kalbar yang diwakilkan oleh Sales Area Manager Kalbar Widhi Tri Adi Hidayat dalam konferensi pers yang digelar di Kantor Gubernur Kalimantan Barat.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Asintel Kejati Kalbar, Dirreskrimsus Polda Kalbar, dan Kepala Dinas ESDM Prov. Kalbar, yang menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah daerah, badan usaha, dan aparat penegak hukum.
Wakil Gubernur Krisantus mengimbau masyarakat agar tidak mudah termakan isu kelangkaan yang beredar dan memicu pembelian berlebih (panic buying). “Ketersediaan BBM dan LPG kita sangat aman. Kami imbau masyarakat membeli sesuai kebutuhan saja, tidak perlu menimbun. Aparat penegak hukum dari Polda dan Kejati juga akan turun langsung melakukan sweeping. Siapapun yang terbukti menimbun atau berspekulasi dengan stok energi akan ditindak tegas,” ujar Wagub.
Dari sisi teknis pasokan, Widhi membeberkan bahwa konsumsi harian BBM di Kalbar saat ini berkisar di angka 3,5 juta liter. Mengantisipasi prediksi lonjakan sebesar 6 hingga 8 persen selama periode mudik dan balik lebaran, Pertamina telah menyiagakan tambahan armada berupa 17 unit mobil tangki yang didatangkan dari Pulau Jawa.
“Suplai BBM lewat kapal tangker juga terus berjalan rutin, bersandar setiap 2-3 hari di Depo Pontianak. Selain itu, Terminal BBM Pontianak dan titik-titik SPBU strategis akan melayani masyarakat selama 24 jam penuh. Untuk wilayah hulu, Depo Sintang dan Sanggau siap meng-cover pendistribusian,” jelasnya.
Tidak hanya BBM, Pertamina juga memberikan perhatian ekstra pada ketersediaan LPG. Dengan rata-rata konsumsi harian 500 metrik ton, Pertamina menerapkan kebijakan extra dropping atau tambahan pasokan mencapai 300% dari rata-rata harian selama bulan ini.
Di akhir penjelasannya, pihak Pertamina dan Pemprov kembali mengingatkan bahwa LPG tabung 3 kg bersubsidi adalah hak masyarakat kurang mampu dan usaha mikro. Restoran dan sektor industri menengah ke atas dilarang keras menggunakan produk subsidi tersebut.
Dengan adanya Satgas Ramadhan dan Idul Fitri (RAFI) yang telah aktif beroperasi, kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan rasa tenang bagi masyarakat dalam menyambut hari kemenangan.
(Hasnan)