Di Balik Deru Mesin Robin, Pantai Olivier Manggar yang Nyaris Kehilangan Wajahnya

Manggar, Belitung Timur – Sore itu, Rabu (7/10/2026), jarum jam baru saja menyentuh angka 16.00 WIB ketika kesunyian Pantai Olivier di Dusun Ban Motor tiba-tiba pecah. Bukan oleh suara ombak, melainkan oleh deru bising sembilan mesin “Robin” yang meraung-raung menyedot pasir pantai. Di atas hamparan pesisir Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, sebuah ekosistem sedang dipertaruhkan demi butiran timah.

Namun, sore kemarin menjadi akhir dari pesta sunyi para penambang liar. Sebuah operasi gabungan skala besar yang bergerak tanpa suara berhasil mengepung kawasan tersebut. Dipimpin langsung oleh Kapolsek Manggar AKP Panggil Saragih dan Kasat Polair Polres Belitung Timur AKP Bobory Niko, S.H., M.Si., CPHR., CBA., tim terpadu yang terdiri dari personel Polres Beltim, Satpol PP, hingga Kepala Desa Lalang, Muhammad, langsung merangsek masuk ke titik koordinat penambangan.

Para penambang tak berkutik saat petugas mendapati 9 set alat tambang Inkonvensional (TI) jenis rajuk robin suntik sedang bekerja membabi buta di bibir pantai. Metode “suntik” yang menyemprotkan air bertekanan tinggi langsung ke pori-pori pasir pantai ini dikenal sangat destruktif. Jika dibiarkan sedikit lebih lama, Pantai Olivier, yang menjadi benteng alami abrasi bagi Dusun Ban Motor akan terancam runtuh dan hilang dari peta pariwisata lokal.

Tanpa kompromi, petugas langsung mematikan paksa seluruh mesin penambangan. Suasana sempat tegang selama beberapa menit, namun ketegasan petugas membuat para pelaku hanya bisa tertunduk. 9 unit mesin robin yang menjadi jantung dari aktivitas ilegal ini langsung dipreteli, diangkat, dan disita ke atas truk operasional menuju Mapolsek Manggar.

Kepala Desa Lalang, Muhammad, yang hadir langsung di lokasi, tampak menyaksikan dengan raut wajah tegas sekaligus prihatin. Penertiban ini bukan sekadar masalah penegakan hukum pidana, melainkan sebuah gerakan penyelamatan ruang hidup masyarakat Desa Lalang.

Kapolsek Manggar menegaskan bahwa operasi ini merupakan respons cepat atas keresahan masyarakat dan komitmen nyata bersama Pemerintah Daerah. Langkah preventif-edukatif telah berulang kali dilakukan, namun tindakan hukum yang tegas (law enforcement) menjadi jalan terakhir yang harus diambil ketika kelestarian alam dan ketertiban umum mulai diabaikan.

Tepat pukul 17.00 WIB, suasana Pantai Olivier kembali hening. Deru mesin robin berganti dengan deburan ombak yang seolah bernapas lega. Seluruh rangkaian penindakan berjalan aman, tertib, dan kondusif tanpa adanya perlawanan berarti.

Kini, 9 mesin robin tersebut telah mengendap di ruang barang bukti Mapolsek Manggar untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Operasi ini mengirimkan pesan kuat kepada para pelaku tambang ilegal di pesisir Belitung Timur : _Alam memiliki batasnya, dan hukum akan selalu siap menjaganya._

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!