JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,-
Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, membawa kekuatan kriya berbahan kayu jati sebagai produk unggulan dalam ajang Kriya Nusa 2026. Berbeda dengan daerah lain yang banyak menampilkan produk wastra, Dekranasda Ngawi memilih mengangkat kerajinan berbahan dasar kayu jati, termasuk memanfaatkan bonggol kayu jati yang diolah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi, Kusumawati Nilam, ketika diwawancara pada event Kriya Nusa Expo 2026, baru-baru ini (27/9) mengatakan produk kriya yang ditampilkan merupakan hasil produksi pelaku UKM lokal sekaligus menjadi bukti bahwa potensi daerah mampu dikembangkan menjadi komoditas bernilai tambah.
“Bahan dasarnya semuanya dari kayu jati. Sebagian besar dari bonggol kayu jati. Kami juga membawa UKM-nya,” ujar Kusumawati.
Menurutnya, keikutsertaan dalam Kriya Nusa memberikan dampak langsung bagi pelaku usaha. Selama dua hari pameran, sejumlah produk bahkan telah mendapatkan pesanan, termasuk dari pasar luar
Sunarno, pelaku usaha UD Rumah Jati Eksotik dan Elgo Furniture, menambahkan bahwa produk kriya Ngawi telah menembus sejumlah negara, di antaranya Inggris, Austria, Amerika Serikat, dan Australia.
“Dari luar negeri ada UK, Austria, sama US,” katanya.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kriya berbahan kayu jati asal Ngawi tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga memiliki peluang pasar ekspor yang semakin terbuka.
Saat ini, terdapat sekitar 50 pelaku UKM kriya di Ngawi yang tergabung dalam sejumlah wadah usaha, di antaranya Papincra dan Asmindo. Bahkan, Desa Ngubalan telah dikembangkan sebagai desa wisata yang berfokus pada kriya sejak 2022.
Sunarno menyebut kawasan tersebut dikenal dengan konsep Desa Wisata Industri (Dewi) Ngubalan, yang diarahkan untuk membuka lapangan pekerjaan sekaligus memperkuat kontribusi industri kriya terhadap perekonomian daerah.
“Alhamdulillah bisa membuka lapangan pekerjaan dan juga memberikan support untuk pemerintah dari devisa negara,” ujarnya.
Kusumawati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ngawi terus memberikan dukungan agar pelaku UMKM kriya dapat naik kelas. Dukungan diberikan mulai dari perizinan, pelatihan, fasilitasi hingga pembangunan sarana dan prasarana.
Pemkab Ngawi juga menggandeng sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Salah satunya kolaborasi dengan PLN selama tiga tahun yang turut mendukung perbaikan infrastruktur di kawasan sentra kriya.
“Pemda berkomitmen karena ini memang bagian dari potensi Kabupaten Ngawi. Pemerintah daerah harus men-support, baik dari sisi perizinan, pelatihan, maupun sarana prasarana,” jelasnya.
Namun, untuk menembus pasar ekspor, pelaku usaha kriya kayu masih menghadapi sejumlah persyaratan teknis. Salah satunya adalah dokumen Sistem Verifikasi Legalitas dan Kelestarian (SVLK) serta proses pengovenan atau chamber untuk memastikan kualitas kayu sebelum dikirim ke pasar luar negeri.
Dikesempatan yang sama pelaku usaha UMKM Sunarno ketika diminta k9mentarnya juga sangat berharap dukungan pemerintah terhadap fasilitas chamber dapat meningkatkan kapasitas produksi dan kualitas produk ekspor. Menurutnya, bantuan tersebut tengah diupayakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Ini bisa meningkatkan produktivitas untuk ekspor dan kualitas,” katanya.
Dari sisi permodalan, pelaku usaha mengaku relatif mampu berjalan secara mandiri. Bahkan, sejumlah pembeli dari luar negeri memberikan uang muka hingga 50 persen untuk mendukung proses produksi.
“Buyer kami dari US, Austria, Australia, UK memberikan modal atau DP 50 persen,” ungkap Sunarno.
Pengembangan industri kriya tersebut juga telah menciptakan lapangan kerja. Sunarno menyebut saat ini usahanya mempekerjakan sekitar 30 tenaga kerja di Ngawi dan sekitar 20 orang di Madiun, atau total sekitar 50 pekerja.
Kusumawati berharap Kriya Nusa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan karena menjadi salah satu pintu bagi UMKM daerah untuk memperluas pasar.
“Kami sangat berharap ini secara kontinu tetap dilaksanakan oleh pemerintah pusat melalui Dekranas. Ini salah satu wadah bagi kami untuk mengembangkan atau ekspansi pasar bagi rekan-rekan UKM, terutama UKM yang memang semangat untuk naik kelas,” pungkasnya. (f/red)












