Burung Mandi, Belitung Timur – Riuh rendah ombak di Pantai Burung Mandi, Desa Burung Mandi, Kecamatan Damar, pagi ini menjadi saksi sebuah langkah besar yang tidak biasa. Di tempat yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan Belitung Timur tersebut, sebuah agenda krusial bagi masa depan daerah sedang dirajut. Bukan tentang peluncuran produk keuangan baru, melainkan tentang komitmen menyelamatkan satu generasi dari ancaman stunting.
Selama ini, sebuah bank jamak diukur secara kaku dari pertumbuhan aset, kesehatan likuiditas, atau performa penyaluran kreditnya. Namun, bagi Bank Sumsel Babel (BSB) Cabang Manggar, ada satu metrik keberhasilan non-finansial yang nilainya jauh melampaui lembaran neraca keuangan yaitu kepastian bahwa anak-anak di Belitung Timur tumbuh sehat, cerdas, dan bebas dari keterbatasan fisik maupun kognitif.
Komitmen kemanusiaan yang sunyi dari publikasi itulah yang hari ini membawa Bank Sumsel Babel Cabang Manggar menerima penghargaan resmi dari Pemerintah Kabupaten Belitung Timur. Selasa (22/9/2026) pukul 10.00 WIB. BSB dinilai menjadi salah satu motor penggerak paling aktif sebagai Mitra Orang Tua Asuh (OTA) dalam program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING).
Usai prosesi penyerahan penghargaan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDPPKB) Belitung Timur, Melta Indah Nurhayati, S. STP., M. Kesos membeberkan alasan mendalam di balik pemilihan lokasi dan urgensi acara ini.
“Hari ini kami meluncurkan Kampung KB Pariwisata untuk Desa Burung Mandi karena desa ini merupakan desa terbaik provinsi untuk inovasi Desa Kampung KB Kerisi. Kegiatan ini sengaja kami rangkaikan dengan program prioritas kita, yaitu Genting atau Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting,” ujar Melta.
Melta juga menekankan bahwa kehadiran mitra strategis, mulai dari jajaran legislatif hingga sektor perbankan seperti Bank Sumsel Babel, adalah kunci utama dalam mempercepat penurunan angka stunting, khususnya di wilayah Desa Burung Mandi.
“Alhamdulillah, tamu-tamu yang kami hadirkan adalah para mitra kita untuk percepatan penurunan stunting di Kabupaten Belitung Timur,” tambahnya dengan nada optimis.
Satu hal menarik yang membedakan gerakan ini dengan daerah lain adalah titik berat intervensinya. Melta memaparkan secara detail bahwa GENTING merupakan inovasi daerah yang menerjemahkan program prioritas pemerintah pusat dengan pendekatan yang lebih cerdas, yakni fokus pada pencegahan di hulu.
“Secara isi dan mekanisme, kalau dulu namanya Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting, sekarang levelnya kita tingkatkan menjadi Gerakan Orang Tua Asuh. Perbedaannya, kalau di dinas kesehatan fokus intervensinya ke anak yang sudah stunting, nah kalau kami di Pemdes/KB lebih bergerak di hulunya, yaitu mengejar dan mencegah Keluarga Risiko Stunting (KRS) agar tidak sampai melahirkan anak stunting,” paparnya.
Pendekatan preventif di hulu inilah yang klop dengan filosofi manajemen risiko di dunia perbankan. Bagi Bank Sumsel Babel Cabang Manggar, keterlibatan mereka dalam mendanai intervensi gizi, edukasi ibu hamil, serta penyediaan asupan nutrisi krusial bagi keluarga KRS bukan lagi sekadar pemenuhan kewajiban Corporate Social Responsibility (CSR) tahunan untuk menggugurkan kewajiban sosial perusahaan. Ini adalah sebuah “Investasi Generasi”.
Manajemen Bank Sumsel Babel Cabang Manggar melihat bahwa menyelamatkan anak sejak dalam kandungan atau pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) memiliki analogi yang sama dengan mengelola portofolio keuangan. Keduanya membutuhkan ketekunan, ketepatan penempatan dana, dan konsistensi agar mampu memanen hasil yang manis di masa depan.
Bagi BSB, intervensi stunting di hulu adalah langkah paling rasional untuk memastikan bahwa lanskap ekonomi dan sosial Belitung Timur di masa depan akan dipimpin oleh sumber daya manusia yang kompetitif dan produktif.
Di sisi lain, potret menarik dari panggung penghargaan di Pantai Burung Mandi ini adalah terciptanya simfoni gotong royong yang inklusif. Bank Sumsel Babel tidak berdiri sebagai menara gading sendirian. Mereka berada di satu barisan yang sama dengan berbagai elemen penggerak ekonomi daerah lainnya yaitu dimulai dari korporasi skala besar seperti PT. Primajaya Karya Sawit, sektor akomodasi pariwisata lewat Guest Hotel, hingga simpul ekonomi kerakyatan paling bawah seperti Warung Kopi Aput.
Melalui keandalan ekosistem layanan perbankannya, Bank Sumsel Babel Cabang Manggar secara tidak langsung juga ikut mengawal agar tata kelola dana bantuan kemanusiaan ini dapat tersalurkan dengan transparan, akuntabel, dan presisi tinggi langsung ke lapangan. Kini, melalui sinergi agresif lintas sektor tersebut, angka intervensi terhadap Keluarga Risiko Stunting di Belitung Timur menunjukkan progres yang sangat positif. Penghargaan yang diterima hari ini bukanlah titik akhir untuk berpuas diri, melainkan bahan bakar baru bagi seluruh insan perbankan daerah.
Bank Sumsel Babel Cabang Manggar menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pergerakan angka intervensi KRS sepanjang tahun berjalan. Karena bagi bank pembangunan daerah, denyut nadi pertumbuhan bisnis mereka tidak akan pernah bisa dipisahkan dari kualitas hidup dan kesehatan masyarakat yang mereka layani.












