Bupati Sujiwo Optimis Pasar Induk Kubu Raya Terealisasi 2027

KUBU RAYA mediakota.com Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mantap untuk menghadirkan pasar induk modern sebagai pusat pergerakan ekonomi daerah. Bupati Kubu Raya Sujiwo memimpin langsung rapat pembahasan rencana pembangunan Pasar Induk Kabupaten Kubu Raya yang akan berlokasi di Desa Sungai Raya, Kecamatan Sungai Raya, Senin (20/4/2026).

 

Rapat di Ruang Pamong Praja I Kantor Bupati Kubu Raya dihadiri Tim Kementerian Perdagangan RI.

 

Rapat itu menjadi penajaman akhir atas berbagai aspek teknis pembangunan pasar induk yang akan diusulkan melalui pendanaan APBN.

 

Bupati Sujiwo menegaskan seluruh tahapan identifikasi lapangan hingga pembahasan teknis telah dilakukan secara komprehensif.

 

Ia menyebut rencana pembangunan tersebut telah mencakup kebutuhan pedagang yang ada saat ini hingga penambahan kapasitas baru.

 

“Setelah kita melakukan identifikasi di lapangan, hari ini kita lakukan penajaman atau justifikasi teknis. Beberapa poin sudah kita sepakati secara detail, bahkan saya melihat sudah sangat sempurna. Pedagang eksisting semuanya ter-cover, bahkan masih ada tambahan sekitar 50 dari luar,” terang Sujiwo.

 

Tak hanya soal teknis, Sujiwo juga mengungkapkan identitas pasar induk tersebut. Ia menyebutkan nama Pasar Induk Melati (PIM) sebagai ikon baru ekonomi Kubu Raya, yang terinspirasi dari penamaan pusat perbelanjaan terkenal di Ibu Kota Jakarta.

 

“Kalau di Jakarta ada PIM atau Pondok Indah Mall, di Kubu Raya juga ada PIM, tapi Pasar Induk Melati,” ujarnya.

 

Sujiwo menuturkan setelah proses justifikasi teknis rampung, sekretaris daerah akan mengoordinasikan seluruh perangkat daerah terkait untuk memastikan kesiapan administrasi maupun teknis.

 

“Maka nanti Pak Sekda akan mengorkestrasi perangkat daerah, mana yang sudah siap, mana yang belum, kapan harus disiapkan dan dituntaskan,” ucapnya.

 

Lebih lanjut, ia meminta kepala dinas yang membidangi pasar untuk segera melakukan sosialisasi dan komunikasi intensif dengan para pelaku usaha grosir. Menurutnya, keberadaan pasar induk sangat erat dengan aktivitas distribusi barang dalam skala besar.

 

“Pasar induk itu kan terdiri dari grosir-grosir. Di Kubu Raya ini pusatnya grosir, mulai dari gula, bawang, minyak, beras, dan lain sebagainya. Tinggal kita koordinir saja agar ketika pasar ini selesai, semuanya sudah siap operasional,” jelasnya.

 

Sujiwo menekankan pembangunan pasar induk bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan strategi besar untuk menggerakkan ekonomi daerah. Pasar, kata dia, memiliki peran vital sebagai pusat transaksi sekaligus penampung hasil produksi masyarakat.

 

“Pasar itu pusat transaksi, pusat pergerakan ekonomi, dan secara alamiah menjadi off taker atau pembeli hasil pertanian, perkebunan, perikanan, dan lainnya. Ini yang membuat pasar menjadi booster ekonomi Kubu Raya,” tegasnya.

 

Ia optimistis dengan kesiapan suplai, pasar, dan permintaan yang sudah terbentuk, pembangunan Pasar Induk Melati dapat direalisasikan pada 2027.

 

“Supply sudah jelas, market ada, demand juga kuat. Saya pikir ini harus kita wujudkan pada tahun 2027. Semua pihak akan kita libatkan untuk mengawal, termasuk lintas perangkat daerah agar seluruh persyaratan terpenuhi,” katanya.

 

Dengan fondasi perencanaan yang matang dan dukungan lintas sektor, Pasar Induk Melati digadang-gadang menjadi simpul baru ekonomi Kubu Raya.

 

“Jika terealisasi sesuai target, pasar ini bukan hanya menjadi pusat distribusi, tetapi juga simbol kebangkitan ekonomi lokal yang terintegrasi dan berkelanjutan,” harap Sujiwo.

Rendy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *