Manggar, Belitung Timur – Manajemen PT Sahabat Mewah dan Makmur (PT SMM), anak perusahaan dari First Resources Group (FR), menyambut baik langkah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung Timur yang memfasilitasi ruang dialog terkait aspirasi kemitraan dari masyarakat Desa Jangkang. Pihak perusahaan hadir dengan kekuatan penuh dan semangat keterbukaan untuk mengurai data secara transparan sekaligus merumuskan jalan keluar terbaik bersama para wakil rakyat.
Dalam audiensi penting tersebut, hadir langsung General Manager PT SMM yang didampingi oleh Ibu Raya selaku Tim Kemitraan PT SMM, serta Alan Perwiranda selaku Humas PT SMM/FR.
Kehadiran jajaran manajemen puncak ini menegaskan keseriusan perusahaan dalam menyikapi aspirasi warga lingkar perkebunan secara langsung.
Tanggapan ini menyusul adanya surat permohonan audiensi yang diajukan oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Jangkang ke meja parlemen pada awal Oktober ini. Bagi PT SMM, undangan audiensi dari wakil rakyat merupakan momentum berharga untuk menyamakan persepsi terkait regulasi dan realitas teknis di lapangan.
Mewakili manajemen, Humas PT SMM/FR, Alan Perwiranda memaparkan pandangan komprehensif perusahaan mengenai pemenuhan regulasi perkebunan. Pihak perusahaan menegaskan esensi dasar bahwa mereka sangat ingin menjalankan amanat aturan agar tidak memicu gejolak sosial di kemudian hari. Komitmen ini juga ditujukan untuk memastikan alokasi yang adil bagi desa-desa lain di sekitar lingkar operasional perusahaan yang memiliki hak serupa, sehingga tidak terjadi tumpang tindih kecemburuan sosial.
Namun, Alan tidak menampik adanya tantangan besar jika tuntutan pemenuhan 20 persen tersebut harus diwujudkan dalam bentuk penyediaan fisik lahan baru dari area inti perusahaan.
” pemenuhan lahan sebesar 20 persen secara mutlak saat ini merupakan hal yang sangat sulit direalisasikan karena keterbatasan ketersediaan lahan operasional korporasi,” ujar Alan
Sebagai langkah keluar yang solutif, PT SMM mengungkapkan adanya opsi pemanfaatan lahan alternatif yang kini tengah dijajaki bersama Pemerintah Daerah.
” Berdasarkan saran dari Bupati Belitung Timur, terdapat potensi pemanfaatan lahan-lahan eks-tambang yang izinnya sudah tidak berlaku, termasuk area yang sudah selesai direklamasi dalam jangka waktu lama. Pemerintah Daerah saat ini sedang mengidentifikasi lahan-lahan tersebut agar nantinya dapat diintegrasikan ke dalam program perusahaan, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar,” terangnya.
Lebih lanjut, manajemen melihat adanya potensi ekonomi sela yang besar dari karakteristik kepemilikan lahan warga setempat. Banyak masyarakat yang memiliki lahan mandiri berukuran kecil namun tersebar di berbagai titik.
” Mengingat sebagian besar masyarakat berprofesi sebagai penjual komoditas, perusahaan melihat peluang untuk meningkatkan nilai tambah (value added) mereka.
PT SMM menawarkan skema kerja sama di mana perusahaan akan bertindak sebagai pembeli siaga (offtaker) dari hasil produksi masyarakat, dengan pola kemitraan yang mengadopsi sistem kerja sama ‘Mitra Keluarga’,” tambahnya.
Pihak korporasi menyatakan telah berkoordinasi intensif dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan untuk menggodok beberapa opsi skema kerja sama ini. Eksekusi dari program-program tersebut kini akan bergantung pada kesiapan dan kesediaan masyarakat untuk menerima opsi kerja sama non-lahan inti yang ditawarkan.
Melalui pendekatan yang mengedepankan asas musyawarah ini, PT SMM optimis audiensi di DPRD Beltim akan menghasilkan titik temu yang berkeadilan, legal secara hukum, dan membawa manfaat kesejahteraan jangka panjang bagi warga Desa Jangkang dan Desa Nyurok tanpa mengorbankan keberlanjutan investasi daerah. (Risda)












