JAKARTA, MEDIAKOTA.COM ,— Memperluas jangkauan pasar internasional menjadi salah satu target utama pelaku industri alas kaki dalam memanfaatkan ajang pameran dagang. Strategi tersebut ditempuh salah satu peserta Trade Expo Indonesia (TEI) dengan memperkenalkan pengembangan produk sekaligus memperkuat peluang kerja sama bisnis dengan pembeli dari luar negeri.
Dalam keikutsertaannya untuk kedua kalinya di ajang tersebut, perusahaan menghadirkan sejumlah pengembangan produk, mulai dari alas kaki untuk aktivitas lari hingga produk yang memadukan alas kaki dengan kain tenun. Perusahaan juga menambah varian produk custom untuk memperluas pilihan bagi calon pembeli.
Owner perusahaan Melani Septina, M.S mengatakan, pengembangan produk pada pameran tahun ini merupakan bagian dari upaya memperluas pasar dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
“Untuk tahun ini, kami mengeluarkan produk running dan produk untuk tenun. Khusus produk custom, kami menambah variannya,” ujar Melani saat ditemui di sela-sela pameran, baru-baru ini (14/10).
“Prioritaskan Kemitraan Bisnis”
Tidak sekadar memamerkan produk, perusahaan tersebut menempatkan perluasan jaringan bisnis sebagai prioritas utama. Pendekatan business-to-business (B2B) menjadi fokus untuk membuka peluang kerja sama dengan mitra usaha dan pembeli potensial.
Adapun penawaran khusus bagi konsumen akhir atau business-to-consumer (B2C) direncanakan pada tahap akhir pameran.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan ingin memaksimalkan ajang pameran sebagai sarana membangun kemitraan komersial, sekaligus memperbesar peluang mendapatkan proyek dan pesanan dalam skala bisnis.
“Korea Selatan dan Jepang Jadi Pasar Sasaran”
Dalam upaya memperluas penetrasi internasional, perusahaan menaruh perhatian pada pasar Korea Selatan dan Jepang.
Korea Selatan dinilai relevan dengan fokus produk utama perusahaan di segmen alas kaki untuk olahraga golf. Sementara itu, Jepang menjadi salah satu pasar yang turut dibidik, terlebih perusahaan mengungkapkan telah menerima kunjungan calon mitra dari negara tersebut ke fasilitas produksinya.
“Kami masih fokus ke Korea, karena produk utama kami adalah alas kaki untuk golf, juga ke Jepang. Kemarin kami juga sudah kedatangan tamu dari Jepang yang berkunjung ke pabrik,” ungkapnya.
Kunjungan calon mitra ke fasilitas produksi menjadi salah satu perkembangan yang berpotensi membuka peluang kerja sama lebih lanjut. Meski demikian, realisasi kemitraan tetap bergantung pada proses pembahasan bisnis dan kesepakatan antara kedua belah pihak.
“Berharap Peroleh Lebih Banyak Proyek”
Keikutsertaan dalam pameran dagang tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi berlanjut pada peluang transaksi dan kerja sama yang konkret.
Perusahaan menargetkan bertambahnya jumlah pembeli potensial, peluang tender, serta proyek yang dapat mendukung pertumbuhan usaha dan memperluas jangkauan pasar.
“Harapannya, semoga lebih banyak buyer yang didapat, tender-nya banyak, dan proyeknya banyak,” ujarnya.
Dengan memperluas varian produk, memprioritaskan kemitraan B2B, serta menyasar pasar Korea Selatan dan Jepang, perusahaan berupaya menjadikan pameran dagang sebagai salah satu pintu masuk untuk memperkuat posisinya di pasar internasional.
Keberhasilan strategi tersebut nantinya akan ditentukan oleh kemampuan perusahaan menerjemahkan pertemuan bisnis menjadi pesanan, kontrak kerja sama, dan proyek yang berkelanjutan,” jelas Melani. (f/red)












