JAKARTA, MEDIAKOTA.COM,—
Di tengah ketatnya persaingan industri kecap manis, Kecap Udang terus memperkuat posisinya dengan mengandalkan bahan-bahan alami, harga yang kompetitif, dan pengalaman usaha yang telah dibangun sejak 1960.
Melalui keikutsertaannya dalam ajang Trade Expo, Kecap Udang berupaya memperluas pengenalan merek, menjangkau konsumen baru, sekaligus membuka peluang kerja sama dengan mitra bisnis dari berbagai daerah.
Cicilia Angelin selaku Owner Kecap Purwodadi cap Udang menjelaskan bahwa produk tersebut telah dipasarkan melalui jalur distribusi konvensional maupun platform digital. Pemasarannya mencakup sejumlah wilayah, antara lain Jawa Tengah, Jabodetabek, Surabaya, serta beberapa daerah di luar Pulau Jawa.
Untuk memperluas akses konsumen, Kecap Udang juga memanfaatkan sejumlah lokapasar digital, seperti Shopee, Tokopedia, dan TikTok Shop.
“Kami ingin merek Kecap Udang lebih dikenal secara luas oleh masyarakat. Kami juga berharap bisa menjalin jejaring bisnis, membangun kemitraan, dan membuka peluang kolaborasi baru,” ungkap Cicilia Angelin ketika diwawancra di sela Trade Expo 2026 bertempat di Indonesia Conventioan Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang Selatan baru-baru ini Rabo (14/10/2026).
Mengandalkan Bahan Alami
Salah satu keunggulan yang ditonjolkan Kecap Udang adalah penggunaan bahan-bahan alami. Pihak perusahaan menyatakan produknya tidak menggunakan pengawet, pengental, pewarna, maupun pemanis buatan.
Cicilia juga menyampaikan bahwa kedelai hitam yang digunakan telah memiliki sertifikasi non-GMO, yang berarti bahan baku tersebut dinyatakan tidak berasal dari organisme hasil rekayasa genetika sesuai cakupan sertifikasinya.
Keunggulan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menawarkan produk dengan karakteristik bahan yang berbeda di tengah persaingan pasar kecap manis.
Menurut Cicilia, penggunaan bahan alami tidak harus membuat harga produk menjadi mahal. Kecap Udang berupaya mempertahankan karakteristik produknya dengan harga yang tetap kompetitif dibandingkan produk sejenis di pasaran.
Meski demikian, klaim mengenai komposisi bahan, sertifikasi, dan karakteristik produk tetap perlu merujuk pada label kemasan serta dokumen resmi yang berlaku.
Tiga Pilihan Kemasan dan Harga
Untuk memenuhi kebutuhan konsumen dengan daya beli dan penggunaan yang beragam, Kecap Udang menawarkan tiga ukuran kemasan botol PET, yakni 135 mililiter, 275 mililiter, dan 600 mililiter.
Berdasarkan keterangan pihak marketing, harga eceran yang ditawarkan adalah:
Kemasan 135 ml: Rp10.400.
Kemasan 275 ml: Rp19.900.
Kemasan 600 ml: Rp32.900.
Selain penjualan eceran, perusahaan menyediakan harga khusus pembelian grosir dengan isi 12 botol per karton.
Rinciannya, kemasan 135 ml ditawarkan seharga Rp109.000 per karton, kemasan 275 ml Rp216.000 per karton, dan kemasan 600 ml Rp355.000 per karton.
Perusahaan juga menawarkan promosi bundling selama penyelenggaraan Trade Expo. Harga dan ketentuan promosi dapat dikonfirmasi langsung kepada pihak penjual.
Dari sisi ketahanan produk, perwakilan perusahaan menyebutkan masa kedaluwarsa Kecap Udang adalah 12 bulan sejak produksi. Konsumen tetap disarankan memeriksa tanggal kedaluwarsa dan petunjuk penyimpanan pada kemasan.
Memperluas Jejaring Bisnis
Keikutsertaan Kecap Udang dalam Trade Expo dilakukan secara mandiri, tanpa kerja sama khusus dengan dinas atau pemerintah daerah, berdasarkan keterangan perwakilan perusahaan.
Partisipasi tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pengenalan merek kepada masyarakat, tetapi juga membuka akses menuju jaringan distribusi dan kemitraan yang lebih luas.
Cicilia menyebut Kecap Udang sebagai produk unggulan di antara sejumlah merek yang berada di bawah PT Hogo, yang juga menaungi Kecap Leo.
Dalam menghadapi persaingan, perusahaan memilih menonjolkan karakteristik produknya tanpa menyebut merek kompetitor secara spesifik. Strategi yang diusung adalah menawarkan produk berbahan alami dengan harga yang tetap terjangkau.
Bagi Kecap Udang, persaingan pasar bukan semata-mata persoalan merebut konsumen, melainkan juga bagaimana mempertahankan karakter produk, memperluas distribusi, dan membangun kepercayaan masyarakat.
Dengan pengalaman usaha sejak 1960, perusahaan kini berupaya membawa Kecap Udang menjangkau pasar yang lebih luas melalui perpaduan distribusi konvensional, pemasaran digital, dan pengembangan jejaring bisnis.
Keberhasilan strategi tersebut pada akhirnya akan ditentukan oleh konsistensi mutu produk, transparansi informasi kepada konsumen, serta kemampuan perusahaan memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang. (f/red)












