TANJUNGPANDAN – Kabut asap tipis mulai menyelimuti sebagian cakrawala Tanjungpandan ketika jarum jam menunjuk pukul 16.00 WIB, Jumat (4/9/2026). Di bawah terik yang menyengat, tanah gambut sedalam beberapa meter di kawasan strategis Belitung ternyata sedang menyimpan ancaman senyap yaitu bara api yang terus menjalar di bawah permukaan.
Merespons ancaman tersebut, sebuah operasi gabungan berskala besar langsung digelar. Lintas matra TNI bergerak cepat menerobos kepulan asap. Personel dari Kodim 0414/Belitung, Koramil 414-01/Tanjungpandan, Batalyon TP 845/KS, hingga prajurit penjaga langit dari Lanud H. AS Hanandjoeddin bahu-membahu mengepung titik-titik api kritis.
Petugas membagi kekuatan ke beberapa sektor krusial yang menjadi pusat sebaran api, mulai dari area Lot 1 Sheraton, kawasan BLK dan Vokasi, lahan di Depan Pendopo, hingga sepanjang Jalan depan Ebete.
Memadamkan kebakaran di lahan gambut bukanlah perkara mudah. Di permukaan tanah, api mungkin terlihat sudah padam, namun di kedalaman, “bara purba” gambut tetap menyala dan siap meledak menjadi kobaran baru setiap kali angin berembus kencang. Dengan peralatan yang ada, para prajurit harus jeli menyisir sisa-sisa asap dan menyuntikkan air langsung ke dalam tanah.
“Gambut ini menipu. Atasnya dingin, bawahnya membara. Kami tidak boleh terkecoh,” ujar salah satu personel di lapangan sambil menyeka keringat yang bercampur jelaga.
Hingga menjelang malam, tak satu pun personel ditarik mundur. Meski api di permukaan berhasil diredam, seluruh anggota gabungan kini dalam posisi siaga penuh di lokasi. Mereka mendirikan pos pemantauan darurat untuk mengantisipasi munculnya titik api baru (hotspot) yang sewaktu-waktu bisa terangkat ke permukaan.
Aksi tanggap darurat ini menjadi bukti nyata bahwa kesiapsiagaan dan sinergi tanpa batas antara Kodim, Koramil, Batalyon, dan Lanud adalah benteng utama dalam menjaga kelestarian lingkungan serta kenyamanan masyarakat Belitung dari ancaman kabut asap.












